‘87:
Malaysia 6-0 Singapura (Malaysia lolos)
‘90:
Indonesia 7-1 Bangladesh (Indonesia lolos)
‘90+3:
Indonesia 7-2 Bangladesh
Malaysia 6-0 Singapure (Malaysia lolos, selisih gol +2)
‘90+6:
Indonesia 8-2 Bangladesh (Malaysia tetap lolos)
‘90+8: Indonesia 9-2 Bangladesh (INDONESIA LOLOS)
FOOTBALLL BLOODYYYY HELLLLL🔥🔥🔥🔥
Dosen Pembimbing FH tiap kali baca latar belakang skripsi yang berawalan kalimat “Indonesia adalah negara hukum” wajib meminta sitasi data penelitian 5 tahun terakhir yang membuktikan kebenaran claim tersebut.
Jika tidak bisa dibuktikan, wajib revisi dan mengganti kalimatnya.
In case udah ga lewat di algoritma kalian:
1. Hari ke-9 ratusan orang hilang & blm ditemukan, di tragedi kapal Virgo
2. Hari ke-37 korban gempa NTT di tenda pengungsian, kabar terakhir 94 meninggal di pengungsian karna minim fasilitas
3. Karhutla Kalimantan masih blm selesai
4. Anggaran alat kesehatan TBC di thn 2027 dipangkas jadi 0 rupiah
5. Keracunan MBG bertambah, SPPG yg ditutup buka lagi
Kalauada update lainnya boleh ditambahkan
Menurut saya ga cuman rajin, bigger than that, ada work ethic, mental model dll
Yang saya ajarkan ke anak-anak:
Tidak punya passion di akademis gapapa. Tapi nilai akademis ga boleh jelek.
Karena di balik nilai, ada work ethic, disiplin, kemampuan memahami sesuatu, ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Intinya melatih habit dan membangun karakter melalui akademis.
Ini berlaku mulai SMP sampai kuliah ya.
Kalo masih TK dan SD sih banyakin (belajar sambil) maen hehehe
Sebuah perbedaan:
Prabowo: “Terserah pakar-pakar yg menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi G0BLOK”
SBY: “Meskipun kritik & serangan itu sering berlebihan tapi saya terima kasih karena akhirnya kekuasaan yg saya miliki dikontrol ketat”
Sama-sama pernah jadi presiden, tapi beda cara menyikapi kritik.
Jurusan paling ekstraktif di ITB pun punya matkul wajib sustainability, tapi apa bisa ngubah industri? Enggak
Matkul cuma sebatas transfer knowledge, perannya gak signifikan
Pas lulus, semua akan kebawa value industri yang udah ada.
ITB harusnya bisa tanam value ke lulusannya
Ini gila.
Beneran gila.
BBM langka.
Sekolah disuruh WFH.
Kabanya pengisian BBM mau pakai ganjil-genap.
Rakyat disuruh antri.
Anak disuruh belajar dari rumah.
Mobil disuruh giliran.
Negara tetap tenang.
Kalau orang Sulawesi tidak ngamuk,
kalau orang Sulawesi tidak marah
sudah parah.
Sudah lumpuh.
Sudah kehilangan muka.
Di mana siri’ ta?
Di mana harga diri ta?
Di mana keberanian ta?
Dijadikan daerah perahan.
Dijadikan antrean panjang.
Dijadikan yang paling akhir dilayani.
Lalu disuruh diam atas nama SABAR.
Ini bukan gangguan biasa.
Ini penghinaan yang diulang-ulang.
Marah itu wajar.
Ngamuk itu waras.
Diam itu yang gila.
ITB! Gw selalu ngerasa Pak Tacip sebenernya jadi rektor tuh mediocre to okay. Tapi karena kebetulan pendahulunya Nenek Lampir Wicked Witch of the West Promotor Pinjol, jadinya Tacip nih kayak Satrio Piningit penyelamat ITB.