Roda kehidupan Terus Berputar.
Ketika di atas jangan sombong ,ketika dibawah jangan iri hati
Dulu pakai seragam rapi, dihormati banyak orang, punya Ajudan,kerja diruang AC, diberi tongkat komando, sekarang Kemana-mana diborgol dan dicemooh banyak orang.
Hotman Paris lagi-lagi muncul sebagai "pembela" tersangka koruptor. 😂😂
Bang, kau itu pengacara profesional, bukan juru bicara Presiden. Kerja kau ya bela klien sekalipun si FEBRIE Itu tersangka Maling Duit Rakyat . Kita semua tau Abang dekat dengan RI1, Tapi jangan bawa-bawa @Prabowo kemana-mana dong, kek lagi jadi bagian istana.
Posisi Abang sekarang jelas: lawyer koruptor. Bukan official government anything. Jadi kalau mau bela klien, bela aja full power. Tapi stop pake nama Prabowo buat naikin kredibilitas atau sok "dalem". Kita semua tau bedanya.
Pengacara boleh bela siapa aja, tapi jangan sok jadi juru bicara , seolah2 abang dapet mandat langsung dari istana. Itu bikin orang bingung, "Wah ini Hotman ngomong atas nama siapa nih?"
Stay in your lane bro. Lawyer mode ON, spin doctor mode OFF. 👍
KEJAKSAAN AGUNG TEGASKAN FEBRIE ADRIANSYAH TERSANGKA KASUS KORUPSI TPPU TERKAIT ASABRI!
Febrie tidak lagi menjabat sebagai JAMPIDSUS dan kasusnya adalah perorangan,Napa Hotman kompres di Kejaksaan?
Yes Hotman dekat dengan Prabowo tapi Kali ini aku tidak sepakat dengan Hotman
Setelah Penantian 28 Tahun, Presiden Prabowo Mulai Pembangunan LNG Abadi Masela
Presiden Prabowo Subianto resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, Kamis, 16 Juli 2026, secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta dan lokasi groundbreaking di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Dalam laporannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa acara hari ini menjadi tonggak penting bagi proyek abadi Masela. Groundbreaking ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi sebagai pilar strategis pembangunan nasional.
Pengembangan proyek abadi Masela mencakup pembangunan fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi. Dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar, Menteri ESDM mengatakan bahwa proyek abadi Masela akan memiliki kapasitas sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional. (1/2)
Bukan Salah Paham, Melainkan Kegagalan Komunikasi‼️
Bukan sekadar salah paham yang terjadi di kalangan netizen. Ini adalah kegagalan mendasar dari kementerian yang menaungi koperasi desa dalam menyampaikan informasi dan melakukan sosialisasi sejak awal.
Ketika Kopdes udah diolok2, digoreng2, jadi video lelucon media sosial, barulah muncul klarifikasi.
Barulah kementerian bergerak menyusun narasi.
Inilah pola klasik yang terlalu sering kita saksikan, Lembaga Kementerian di Negeri ini cenderung diam atau setengah hati ketika api masih kecil, namun sibuk memadamkan kebakaran dengan pernyataan setelah semuanya sudah menjadi lautan api.
Komunikasi publik bukanlah pekerjaan tambahan yang boleh dianggap remeh. Ia adalah tanggung jawab utama. Ketika kementerian gagal menjelaskan kebijakan sejak dini dengan bahasa yang mudah dipahami, yang terjadi bukanlah “kesalahpahaman masyarakat”, melainkan kelalaian institusi. ‼️
Masyarakat tidak wajib menebak-nebak maksud pemerintah; pemerintah yang wajib memastikan maksudnya tidak perlu ditebak-tebak.‼️
Kebiasaan merespons setelah kontroversi meledak bukanlah strategi komunikasi, melainkan kebiasaan buruk yang terus diulang. Di era informasi yang bergerak secepat kilat, keterlambatan seperti ini bukan hanya memalukan, tapi juga merusak kepercayaan publik.
Sudah saatnya kementerian belajar: jangan tunggu api membesar baru sibuk memadamkan. Padamkan percikan sebelum menjadi kebakaran. Karena pada akhirnya, yang terbakar bukan hanya reputasi satu kementerian, melainkan kredibilitas pemerintahan itu sendiri.
Kebebasan Berpendapat di Era Prabowo: Tidak Ada Alasan untuk Takut‼️
Di tengah dinamika demokrasi Indonesia yang terus berkembang, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuatnya terhadap kebebasan berpendapat. Bagi siapa pun yang selama ini ragu atau merasa harus “menahan diri” ketika melihat kebijakan pemerintah, kini saatnya bernapas lega. Tidak perlu takut mengkritik, karena Prabowo adalah pemimpin yang justru menghargai suara kritis sebagai bagian penting dari kemajuan bangsa.
Prabowo berulang kali menyatakan bahwa kritik yang membangun adalah oksigen bagi demokrasi. Beliau memahami bahwa pemerintahan yang baik bukanlah yang bebas kritik, melainkan yang mampu mendengar, menyerap, dan memperbaiki diri berdasarkan masukan masyarakat. Ruang publik kini semakin terbuka. Diskusi di media sosial, seminar, hingga aksi damai di jalanan tidak lagi dihadapi dengan sikap defensif, melainkan dengan semangat dialog.
Yang lebih penting, Prabowo memberikan jaminan perlindungan hukum yang adil. Andaikan pun seseorang “kesandung” karena menyampaikan pendapat,baik disalahpahami maupun terjerat tuduhan yang berlebihan, pemerintah di bawah kepemimpinannya berkomitmen untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan manusiawi. Jika terbukti tidak ada unsur pidana yang jelas, pembebasan dan rehabilitasi nama baik akan menjadi prioritas. Ini bukan janji kosong, melainkan wujud dari kepemimpinan yang percaya diri dan matang.
Dengan semangat ini, Indonesia memasuki babak baru demokrasi yang lebih dewasa. Masyarakat diajak menjadi bagian aktif, bukan penonton pasif. Mahasiswa, akademisi, aktivis, hingga warga biasa kini memiliki ruang yang lebih luas untuk menyuarakan ide dan koreksi tanpa rasa takut yang berlebihan.
Jangan simpan kritik hanya karena khawatir. Gass aja Presiden Prabowo siap mendengar. Inilah wajah kepemimpinan yang percaya bahwa suara rakyat adalah kekuatan terbesar bangsa. Teruslah Brisik isi ruang kebebasan ini dengan diskusi dan Twitwar demi Indonesia yang lebih baik.
Suara Anda penting. Sekarang adalah waktunya disuarakan.
Hari ini, Kamis (16/07/2026), Istana Kepresidenan Jakarta melalui Kementerian Sekretariat Negara membuka pintu bagi para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam program Istana untuk Anak Sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan terbuka bagi seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali. (1/3)
⚠️TW⚠️
WARGA Bukittinggi tapi besar di Lubung Basung bernama Bayu mengaku disekap dan disiksa di Myanmar, Kini ia memohon bantuan untuk dipulangkan ke Indonesia.
Menurut Informasi dari Keluarga, Penyekap meminta tebusan sebesar Rp 220 juta, jika dalam 2 hari tidak diberikan tebusan, maka organ tubuhnya akan di jual dan setiap Jam dicambuk.
.
.
.
Padahal kasus seperti ini sudah banyak beritanya, kenapa masih saja ada orang yang tergiur diiming2i janji manis
POV: Niat Demo malah diajarin cara Demo yang benar Oleh orang yang di demo
Silakan menyampaikan kritik sekeras atau setajam apa pun, selama berpijak pada data, fakta, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kritik yang layak disampaikan adalah kritik yang Konstruktif, bukan narasi yang menyesatkan. Dalam ruang demokrasi, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi kejujuran terhadap fakta harus tetap menjadi pijakan utama.
PETUAH PAGI
Kalau sudah memutuskan untuk melangkah, jangan setengah hati. Seperti pepatah, "kalau sudah terlanjur basah, jangan tanggung-tanggung." Kerjakan setiap tujuan dengan sepenuh tenaga, pikiran, dan komitmen. Hasil besar tidak pernah lahir dari usaha yang setengah-setengah, melainkan dari keberanian untuk memberi yang terbaik hingga akhir.
— Kutipan Seskab Teddy Indra Wijaya
Saya menghadiri Ratas Pimpinan Presiden @prabowo yang membahas pemberian harga khusus BBM kepada pelaku usaha perikanan sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga keberlanjutan operasional nelayan dan memperkuat sektor perikanan nasional (Senin, 13 Juli 2026).
Dalam rapat ini, Presiden akan akan memastikan penyalurannya dilaksanakan secara terukur, tepat sasaran dan diawasi secara ketat agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan.
Sumber: BPMI Setpres.
Bang Jago Pengeroyok petugas palang pintu rel kereta api Leuwigoong diamankan Tim Sancang Polres Garut.
Dipimpin Kasat Reskrim Polres Garut AKP HERMAN SAPUTRA S.H., M.H., C.HRA. Tim Sancang berhasil mengamankan satu persatu diduga pelaku penganiayaan yang terjadi di sebuah pos jaga perlintasan kereta api di daerah Leuwigoong Kab. Garut.
1 (satu) pelaku berhasil diamankan di Kota Bandung & 3 (tiga) orang lainya berhasil diamankan di Kabupaten Garut. Tidak hanya diduga pelaku, Tim juga mengamankan kendaraan & pakaian yang digunakan oleh para terduga pelaku saat kejadian.
TIDAK ADA RUANG BAGI PARA PELAKU KRIMINALISME. BRAVO 🔥
Want to sharpen your media literacy and train real critical thinking on X?
Here’s the uncomfortable truth most people avoid:
Stop living in your echo chamber.
Dare to engage with accounts that think differently, even the ones that annoy you or challenge your beliefs.
Real literacy isn’t built by likes and mutual agreement. It’s forged in the fire of disagreement.
Americans know this well , from fiery town halls to campus debates. Indonesians are learning it too in our noisy democracy.
The key? Stay civil, elegant, and argument-driven.
Different opinions are normal. Losing manners is dangerous.
Who’s brave enough to step outside their bubble today? Drop your thoughts below 👇
Memimpin rapat optimalisasi, sinkronisasi dan evaluasi tugas-tugas Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Senin, 13 Juli 2026).
Rapat ini menegaskan pentingnya penguatan koordinasi, kesatuan langkah, serta akuntabilitas seluruh unsur dalam menjalankan tugas penertiban kawasan hutan secara tegas, terukur dan menjamin hukum ditegakkan serta diawasi prosesnya.
____
Chaired a meeting on the optimization, synchronization, and evaluation of the duties of the Forest Area Enforcement Task Force (Monday, July 13, 2026).
The meeting underscored the importance of strengthening coordination, ensuring unity of action, and upholding accountability among all elements in carrying out forest area enforcement duties firmly and measurably, while ensuring that the law is upheld and its enforcement process is closely monitored.
@KejaksaanRI@Puspen_TNI@BPKPgoid@Kemhan_RI
Ketika Penjara Tak Lagi Membuat Jera.
Lembaga pemasyarakatan pada dasarnya dibangun dengan tujuan yang mulia: menghukum pelaku kejahatan sekaligus membina agar mereka kembali menjadi warga negara yang taat hukum. Namun, di mata masyarakat, sering muncul pertanyaan yang sulit diabaikan: mengapa tidak sedikit narapidana yang justru keluar dari penjara menjadi penjahat yang lebih berpengalaman?
Bukan rahasia lagi bahwa ada mantan bandar narkoba yang setelah bebas kembali mengendalikan jaringan yang lebih besar. Ada pelaku kekerasan yang di dalam penjara justru memperoleh pengaruh, disegani sesama napi, bahkan membangun jaringan kriminal baru. Tak sedikit pula koruptor yang dipenjara malah menciptakan Oknum sipir Korup ,ka Lapas Korup, seolah hukuman penjara belum mampu memberikan efek jera.
Realitas ini memunculkan kritik terhadap efektivitas sistem pemasyarakatan. Penjara seharusnya menjadi tempat pembinaan karakter, pendidikan, pelatihan keterampilan, serta perubahan pola pikir. Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, penjara menjadi tempat bertukar pengalaman kriminal, memperluas relasi kejahatan, dan membangun hierarki kekuasaan di balik jeruji, maka ada evaluasi besar yang harus dilakukan.
Yang dibutuhkan saat ini adalah sistem yang benar-benar mampu memutus mata rantai kejahatan, bukan sekadar mengurung pelakunya untuk sementara waktu. Hukuman harus memberikan efek jera, pembinaan harus berjalan nyata, dan pengawasan terhadap narapidana berisiko tinggi harus dilakukan secara ketat agar penjara tidak berubah menjadi "kampus" bagi para pelaku kejahatan.
Kepercayaan publik terhadap sistem peradilan tidak hanya ditentukan oleh beratnya hukuman, tetapi juga oleh hasil akhirnya. Jika seseorang keluar dari penjara sebagai pribadi yang lebih baik, maka sistem itu berhasil. Namun jika yang keluar justru seorang penjahat yang lebih berpengalaman dan lebih berbahaya, maka sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemasyarakatan demi menjaga rasa keadilan dan keamanan masyarakat.
Ilustrasi : Lawan Polisi Ketika Ditangkap, DPO Curat Bersenj4t4 4pi ditembak Team Resmob Landak Polres MUSI RAWAS.
harusnya banting nya ke lantai pak,