Dokter Spesialis-Subspesialis, Dosen Fakultas Kedokteran.
Past Presiden Asian Society For Vascular Surgery.
Founder KomnasKes dan KomKesNas ( Berbadan hukum)
RSUD Kefamenanu tak punya dokter bedah (cuti) dan stok antivenom kosong saat merujuk pasien ke RS Leona yang ternyata juga kosong stoknya. dr. Icha menanggung beban dari dua kegagalan sistem itu. RSUD itu RS pemerintah. Tanggung jawabnya sampai ke Bupati dan DPRD, bukan RS Leona
dr. Icha melapor resmi 14 Juni. IDI menyatakan ia tak salah sejak 24 Juni. Tapi institusi baru bergerak setelah ia meninggal 26 Juni. Keprihatinan datang cepat. Tindakan yang bisa menyelamatkannya datang sesudah kasusnya viral dan terlambat. Dia sudah pergi menghadap yang kuasa.
Dokter jaga IGD NTT meninggal usai sempat melapor mengalami tekanan saat menangani pasien gawat darurat. Saya tak tahu detail di balik insidennya, masih diusut. Tapi satu hal pasti: ruang gawat darurat seharusnya jadi ruang paling aman bagi dokter untuk fokus pada pasien,
Pertumbuhan ekonomi memerlukan produktifitas bukan loyalitas saja.
Produktifitas memacu pertumbuhan ekonomi, loyalitas tanpa pertimbangan mengakibatkan kultus individu.
Ada lembaga pengelola jaminan kesehatan.
Pengelolanya dibayar dengan prinsip kapitalis, pengelolanya dibayar berdasarkan persentase besaran dana kelolaannya.
Sepanjang Presiden dan DPR tidak berniat merubah UU Praktek Kedokteran tak ada yang perlu dikhawatirkan, IDI akan tetap eksis dan merupakan satu satunya OP dokter