This is where senior legal academics should step in. Not to defend a particular person or verdict, but to explain the law as it actually stands, even when that explanation is unpopular.
One thing we often fail to realise is that senior legal academics like professors, lecturers, and legal scholars, rarely dare to make public statements that may be unpopular. Yet, they should be among the first to provide legal literacy and help the public understand the law.
But the outrage overlooked a basic procedural point: once the panel had informed the defendant of his legal rights, the law did not require the judges to remain in the courtroom to hear an immediate response from either the defendant or the prosecution.
I get that many of our government officials and parliament members donβt seem competent from their backgrounds and track records, but the least they could do is show some basic decency. This is so frustrating.
Intinya PSE adalah salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan pemerintah, demi keamanan kita juga. Meskipun seharusnya pemerintah juga memikirkan solusi buat orang2 yang sudah terlanjur menjadi pelanggan dari para penyedia Jasa/layanan yang tidak mendaftar PSE tersebut.
Disisi lain kita sendiri tidak mempertanyakan knp PayPal dkk enggan melakukan pendaftaran PSE. Pendaftaran PSE berarti mereka semua harus tunduk pada hukum RI.
Mungkin contoh paling mudah, seandainya PayPal merugikan kita sebagai customernya, kemana kita harus mengadu? Bagaimana kita akan meminta pertanggungjawaban PayPal secara hukum? Arbitrase di luar negeri? Mahal.
Ga ngerti lagi sih kl ada yg bilang "Gpp kalian sudah berjuang smp sini, kami bangga β€". Bangga ibab, kl ngikutin perkembangan sepakbola Indon, ini stuck dan ga maju2. Mau isinya pemain muda ato pengalaman, ga jadi alasan buat gagal mlulu. #gameover
Untuk para manusia brutal yang brpikir tntara dan sipil saling bunuh itu keren atau heroic dan HAM dapat diksampingkan, men..kebayang ga lo tiba2 lo dtuduh teroris pdahl bukan, trs ditampolin sampe ngaku. Trus lo ngadu disiksa, trus kata aparat "wis toh mas, ojo nesu, terima wae"
"Tumpas habis dulu, urusan HAM kita bicarakan kemudian!"
Keren sih kata2nya, heroic dan mengundang empati..buat yang ga punya literasi pentingnya HAM dikehidupan sehari2.
LinkedIn sekarang isinya uda kaya dakwah. Mencari simpati dengan membuat tulisan yg mencampurkan kekecewaan pribadi ataupun toxic positivity dengan iman kepercayaan.