Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Contoh:
(aku sudah ketik ini beberapa kali)
Bentar lagi libur sekolah, ya MBG bisa distop aja sebulan selama libur.
Sambil cek evaluasi selama stop sebulan ada perkembangan di anggaran ga?
Yg marah2 ya paling investor dapurnya aja
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Orang yg memutuskan ke mana Rp 3.600 triliun APBN mengalir itu ternyata punya cerita menarik.
Ketua Banggar DPR dua periode, Said Abdullah, mengusulkan penghapusan subsidi listrik 450 VA buat rakyat miskin. Empat hari kemudian, video dia ketawa santai di jet pribadi sambil merokok beredar luas.
Kekayaannya naik 115% jadi Rp 101,9 miliar sejak menjabat Ketua Banggar.
Periode baru, anaknya masuk DPR, langsung jadi anggota Banggar yg sama. LHKPN sang anak: Rp 627 miliar, usia 30 tahun, "hasil sendiri."
Pertanyaannya sederhana: kursi itu sebetulnya mewakili siapa?
Thank you @dimarsasongko98 for the tweet.
Jadi inget cerita temen ASN selesai latihan baris sama si paling bela negara.
Pelatih: Kalian ambil pelajaran dari latihan ini. Kalau kamu sendirian yang beda, kamu akan keliatan salah. Tapi kalau kamu salahnya bareng-bareng, semuanya kompak, kesalahan kamu gak akan terlihat.
chatib basri bilang jadi menkeu itu gampang banget
tugasnya hanya ada 3 hal simpel:
- potong
- naikkan
- pinjem
kalo tidak bisa menaikkan anggaran
maka harus memotong anggaran yang ada
contoh kalo di MBG, kopdes
kalo anggran kita lagi seret bukan menaikkan pajak agar dapat anggaran baru
tapi kita potong anggarannya
karna kalo untuk meminjam itu sulit banget
intinya cuma 3 itu doang tugas dari purbaya
yang katanya tugas nya beratnya minta ampun
sampe turun 8 kilo semenjak jadi menteri
@rtmasyan@Mukminus_ Bit digimon aja yg kemaren agak kepleset itu kyknya, Nama saya Mukmin kalo didunia nyata, Kalo di dunia digital jadinya Mukmon wkkw
Dulu aku resign dari perusahaan tempat aku kerja. Sebelumnya udah ga betah banget, tapi yang bikin aku benar-benar muak adalah cara mereka nahan ijazahku.
Pas ngajuin resign, HR bilang, “Ijazah kamu kami tahan dulu sampai ada clearance.” Aku kira biasa aja, ternyata itu awal dari drama panjang. Tiap kali aku follow up, jawabannya muter-muter: “masih proses”, “tunggu atasan”, “ada dokumen yang belum lengkap”. Padahal aku udah selesai semua kewajiban. Bulan berganti, mereka tetap nahan.