Arsenal akhirnya juara lagi setelah 22 tahun.
Tapi ini bukan cuma cerita Arteta, Saka, Odegaard, Rice, atau Emirates yang meledak.
Ini juga studi kasus ownership: gimana keluarga Kroenke, yang dulu dibenci fans, akhirnya menang lewat patience, governance, dan capital allocation.
Thread. 🧵
Martin Odegaard.
Dilabeli wonderkid sejak kecil.
Didatangkan Real Madrid di usia muda dengan ekspektasi yang besar.
Tapi kariernya nggak langsung indah.
Dipinjam ke banyak klub.
Dari Heerenveen, Vitesse, Sociedad.
Real Madrid menganggapnya sebagai pemain surplus.
Lalu Arsenal datang.
Di Arsenal dia menemukan rumah, bukan hanya sebuah tempat singgah.
Dia menemukan permainan terbaiknya.
Dia menjadi kapten tim.
Tapi dia juga ngerasain pahitnya jadi pemain Arsenal.
Gagal dalam perebutan juara 3 kali.
Dikritik soal leadershipnya, bahkan datangnya dari mantan kapten Arsenal.
Cedera mulai sering datang menghampiri.
Bahkan musim ini dia lebih banyak berkutat melawan kondisi tubuhnya sendiri dibanding lawan di lapangan.
Walaupun begitu, musim ini Odegaard akan dikenang. Dia akan dikenang sebagai kapten Arsenal yang mengangkat juara tropi Premier League.
Bahkan, pencapaiannya bisa lebih baik lagi jika dia bisa mengangkat trofi UCL di akhir pekan ini.
Terima kasih, Captain Fantastic
Martin Odegaard
Ciri khas konten Arsenal lewat di TL, sound musicnya terasa cinematic, backsound piano, crowd noise atau North London Forever yang langsung bikin suasana cengeng.
22 tahun bukan waktu sebentar.
Fans yang masih duduk di depan layar sambil berkata mungkin tahun ini, begitu seterusnya.
Itulah yang membuat cinta kepada klub terasa berbeda. Ketika penantian datang, semua terasa punya arti.
Arsenal sekarang bukan cuma soal sepak bola, tapi juga soal rasa kebersamaan club dan fans.
#WeAreTheArsenal
P.S Back sound musicnya dari band apa ya? Lemme know pls.