Angin bergulir-gulir merakit semangat.
Hembusannya mengema, membelah dan menyayat.
Mencabik segala hal fasik.
Di panggung drama, sebagian para penonton berdiri bertepuk tangan.
Bukankah;
Demikian tabiat manusia.
Diadu melawan sesama yang menderma.
Tipu daya nafsu, amnesia.
Kacau.
Tidak, kata petinggi yang menjilat sana-sini.
Di mana tonggak itu?
Permainan memainkan permainan.
Manusia punya mata, punya katanya.
Hati saling mencekik, saling membohongi.
Siapa yang dipercaya?
Kekuasaan sampai mati.
Mimpi!
Semoga, dimudahkan sekaligus kelancaran di dalam mengerjakan, diberikan petujuk pada jawaban yang tepat benar atas apa yang sudah dipelajari dan dipahami. Serta hasilnya nanti sangat memuasakan. Aamiin