5 tahun bayar KPR tepat waktu. Gak pernah telat 1 hari.
Tiap bulan transfer 4,2jt. Udah 60x. Total 252jt melayang.
Gw kira pokok hutang gw tinggal dikit.
Pas cek SLIK OJK: hutang pokok masih 680jt dari 800jt. Anjir... kemana 252jt gw?
Malam itu gw gak bisa tidur. Ngerasa ketipu 5 tahun.
Terus gw chat temen yg kerja di bank. "Bang, ini bener gak sih?"
Dia kirim screenshot + jelasin 1 istilah: "Anuitas".
Disitu gw baru ngeh kenapa gaji gw abis buat bunga doang.
Jadi gini sistem KPR :
Tahun 1-5 itu "masa bunga". Bank nagih bunganya dulu semua di depan.
Contoh KPR 800jt bunga 8%: Bulan 1 → Angsuran 4,2jt = Bunga 5,3jt + Pokok -1,1jt. Minus kan?
Makanya hutang lo malah naik dikit bulan pertama. Gila gak?
Bank gak salah. Itu namanya "sistem anuitas". Udah standar BI.
Logikanya: bank mau balik modal + untung dulu di awal. Risikonya kan mereka tanggung 15-20 tahun.
Jadi tahun 1-10 itu lo kerja buat bank. Tahun 11-20 baru kerja buat diri lo sendiri.
Pantes pas tahun ke-5 gw cek, pokok cuma turun 120jt dari 800jt.
120jt : 60 bulan = 2jt/bulan.
Artinya dari 4,2jt yg gw bayar, cuma 2jt yg "ngurangin rumah". Sisanya 2,2jt = sewa duit ke bank.
Ngontrak ke bank 2,2jt/bulan selama 5 tahun. Sakit
Terus temen bank gw bisik: "Ada 2 jurus biar pokok cepet lunas met"
Jurus 1: Bayar lebih + bilang "untuk pokok"
Kalo ada THR/bonus 10jt, jangan masukin ke angsuran biasa. Bilang ke bank: "Buat bayar pokok".
10jt itu langsung ngurangin 800jt jadi 790jt. Bunga bulan depan otomatis turun.
Jurus 2: KPR 15 tahun, bayar kayak 10 tahun
Angsuran 15 tahun = 4,2jt. Angsuran 10 tahun = 5,6jt. Solusinya: ambil 15 tahun biar ACC, tapi tiap bulan transfer 5,6jt + tulis "untuk pokok".
Hasilnya? Lunas 10 tahun. Hemat bunga 200jt+. Bank gak bisa nolak.
Kesalahan paling fatal: lunasin KPR pake uang tabungan abis.
Ada penalti 2-5% kalo pelunasan dipercepat. KPR 800jt = kena 16-40jt.
Mending jurus no 6 + 7. Pelan-pelan tapi pasti. Gak kena penalti.
Jadi yg salah bukan lo. Lo emang rajin bayar.
Yg salah = gak ada yg ngajarin "aturan main KPR" pas akad. Marketing cuma bilang "bunga 8% ringan pak".
Padahal yg ringan itu angsurannya. Ngurangin pokoknya yg berat.
Intinya gini :
Bayar KPR tepat waktu = lo warga negara baik.
Tapi bayar KPR + ngerti anuitas = lo yg menang.
Gaji abis buat bunga itu real. Tapi bisa diakalin pake jurus "bayar lebih buat pokok".
Save thread ini. Cek SLIK lo sekarang.
cc : limjays_
@tanyakanrl Jangan pada kaget. Di balik orang kaya raya, pilihannya cuma dua, alam yang dikuras atau manusia yang diperas. Yang kita lihat cuma angka di rekening dan cerita suksesnya, bukan biaya yang diam-diam ditanggung orang lain atau lingkungan.
Pak, Indonesia itu butuh 9.000 ton paracetamol setiap tahun.
Sembilan ribu ton, pak.
Itu angka dari Kementerian Kesehatan.
Paracetamol yang harganya 2.000 rupiah di warung sebelah, adalah obat paling banyak dikonsumsi di negara kita.
Pusing? Paracetamol.
Demam? Paracetamol.
Pegal habis kerja? Paracetamol.
Gak enak badan tapi gak tahu kenapa? Paracetamol juga.
Dan kita gak pernah nganggep itu aneh. Sampai aku baca satu hal yang bikin aku "beneran ini?"
GUE KAGET GILA BRO!
Temen gue gaji UMR Jakarta Rp5,3 juta. Tapi rumahnya KPR, mobilnya cash, tabungannya 150jt.
Langsung gue nanya, “Bro, lo nyambi jadi anjelo apa gimana sih?!”
Dia ketawa pelan, terus jawab satu kalimat yang bikin gue diem:
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
GMAIL LO BUKAN PENUH. CUMA KOTOR DOANG.
Tadi storage gue udah 13.8GB dari 15GB, hampir aja bayar Google tambahan.
Eh ternyata bisa dibersihin dalam 20 menit doang, tanpa ilang satu invoice penting pun.
Langsung pake 5 filter otomatis ini:
Baru nemu aplikasi yang bikin gue geleng-geleng kepala sambil ketawa 😭
Namanya Sidegigx. Isinya orang-orang Indonesia nyari bantuan random yang absurd tapi somehow… masuk akal?
Contohnya:
• Antriin resto biar ga nunggu lama
• Nyari kucing ilang
• Nemenin makan (sendiri tapi pengen ada temen)
• Jadi buzzer promosi
• Gambarin foto diri sendiri buat PP WA pake kertas (real photo di kertas 😭)
• Bahkan ada yang cuma nyari temen ngobrol doang
Dan yang paling gila… semua dibayar! Budgetnya dari 10rb sampai ratusan ribu.
Internet emang makin lama makin terasa kayak game open world. Kita semua jadi NPC yang bisa disewa buat side quest 😂
Lo pernah liat atau coba yang lebih absurd dari ini? Share di reply!
Cek aplikasinya di bio atau langsung search “Sidegigx” 👀
HOBI YANG DIAM-DIAM
BIKIN KAMU NAIK LEVEL
1. hobi bikin sehat
- jogging
- gym
- padel
- badminton
2. hobi bikin pintar
- dengerin podcast
- baca buku
- belajar skill baru
- ikut kelas online / bootcamp
3. hobi bikin kreatif
- bikin konten
- menulis
- foto / video
4. hobi bikin kaya
- freelance
- personal branding
- bangun bisnis
- investasi
5. hobi bikin tenang
- meditasi
- journaling
- ngumpul bareng keluarga
6. hobi bikin mual
- dengarin wowo pidato
- dengarin mulyono ngoceh
- lihat gambar fufufafa
Kenapa rokok elektronik (vape) tidak mengeluarkan asap?
Dan kenapa uap rokok elektronik (vape) tidak meninggalkan residu di rambut dan pakaian?
Yuk, cek faktanya dulu di THREAD iniKenapa rokok elektronik (vape) tidak mengeluarkan asap?
Dan kenapa uap rokok elektronik (vape) tidak meninggalkan residu di rambut dan pakaian?
Yuk, cek faktanya dulu di THREAD ini!
Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Kamu shalat Maghrib 3 rakaat setiap hari. Tapi jarang yang tahu: siapa yang pertama kali mengerjakannya, dan kenapa jumlahnya 3. Bukan kebetulan. Ada cerita di balik setiap rakaatnya. 🧵
Ilmu baru nih.
Buat para cewe jangan mau ya kalo diajak seks sebelum nikah. Efeknya sejauh ini ternyata.
Buat cowo, kalo mau ngeseks ya ajak orang yg lu cinta itu nikah.
Ok?