Normal: BERPIKIR MENCIPTAKAN GENERASI EMAS MELALUI KURIKULUM STABIL dan KESEJAHTERAAN PENDIDIK (tanpa menyentuh urusan administrasi).
ABNORMAL: MENCIPTAKAN GENERASI EMAS MELALUI MAKAN DAN DALAM WAKTU SINGKAT.
@dosenkesmas oh jadi intinya menciptakan GENERASI EMAS itu wajib dengan mbg, bukan PENDIDIKAN.
pertanyaan utamanya: NEGARA MANA YANG MENCIPTAKAN GENERASI EMAS DALAM WAKTU KURANG DARI 10 TAHUN MELALUI MBG?
1. Jadi MBG (makanan) itu mewujudkan dan menciptakan GENERASI EMAS
2. Jika MBG menciptakan GENERASI EMAS, coba berikan KURIKULUM MBG yang berisikan METODE PEMBELAJARAN
KETUA MPR:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai terobosan mewujudkan GENERASI EMAS 2045.
Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan.
Ia merupakan ikhtiar MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.
Serta membangun manusia Indonesia yang SEHAT DAN BERKUALITAS!
@SistersInDanger solusi untuk masalah seperti itu: POTONG TYTYD PARA PELAKU SEHINGGA MEREKA TIDAK BISA MEMPRODUKSI KETURUNAN. MEREKA MENJALANI HIDUP TANPA KEPERCAYAAN DIRI, LALU MEREKA MEMILIH SUICIDE.
Ckckckckck
Ada kabar menarik dari Pandeglang, Banten. Seorang kepala kubangan lumpur (SPPG) Sukaratu 06, Majasari, kabur, pulang ke kampung halamannya di Jambi tanpa pamit. π
Kami akan merasa senang apabila kaburnya Sdr. Agustia Mahendra ini adalah disebabkan oleh propaganda-propaganda kami. Namun sayangnya yang terjadi nampaknya bukan demikian.
Kami tahu dan memaklumi akan hal ini sebab kami sangat tahu, sangat amat tahu, untuk mengajukan pengunduran diri / resign dari jabatan kepala SPPG itu sulit, DIPERSULIT oleh BGN dan mitra. Mengapa? Ya karena efeknya begini, keuntungan mereka bisa mandek, dan kefoya-foyaan mereka akan terhenti.
Sejak berita ini terbit, tidak ada kabar yang mewartakan para Penerima Manfaat protes sebab embege tidak lagi disalurkan oleh SPPG Sukaratu 06 kepada mereka. Yang protes tidak lain dan tidak bukan ya so called relawan-relawan dan mitranya. Jelas.
Kepada para mitra dan BGN, kalian pikir orang tidak boleh merasa jenuh akan praktik-praktik kotor dan jorok di lingkungan SPPG? Kalian pikir orang akan betah dengan sistem, lingkungan, dan ekosistem buruk yang kalian bangun? Kalian pikir orang tidak boleh memiliki kompas moral? Kalian pikir kepala SPPG adalah anjing kalian yang wajib patuh 24/7 sekalipun kalian kerap menerpanya dengan porsi kerja yang gak manusiawi? Goblok kalian. Pure goblok.
Kami mendukung apa yang dilakukan oleh Sdr. Agustia Mahendra, kami juga akan memberikan dukungan penuh kepada seluruh kepala-kepala kubangan lumpur (SPPG) yang hendak mengundurkan diri karena nuraninya kembali tergugah, perasaan kemanusiaannya kembali tumbuh.
Embege tidak menghasilkan apa-apa selain kemudharatan selama tata kolanya jelek seperti saat ini.
di negara amerika serikat ada penjara remaja dan begitu umur pelaku mencapai LEGAL, nantinya dapat hukuman SEPERTI ORANG DEWASA (SHOWING REMORSE AND WITHOUT PAROLE/WITH PAROLE MORE THAN 25 YEARS)
POLRES NABIRE MINTA WARGA HENTIKAN SEBAR FOTO ARYA WIBAWA, PELAKU P3M3RK0S4AN DAN PEMB*N*H4N BERENCANA SEORANG REMAJA WANITA. KARENA MASIH BERSTATUS ANAK DIBAWAH UMUR.
LIHAT GUYS.. HUKUM MULAI DIBUNGKAM SAMA INSTANSI BAPAKNYA.
cc rumahtanggahebat
Menurut gue, kekuatan terbesar The Convenience Store bukan cuma di hantunya tapi di cara film ini ngebangun atmosfer
Film ini ngikutin kehidupan seorang gadis remaja yang kerja shift malam di toko kelontong buat membantu biaya studinya. Karena cuma malam hari dia bisa kerja, penonton jadi sering diajak menikmati suasana toko yang sepi, lorong-lorong rak yang kosong, suara pintu otomatis, dan rasa sunyi yang perlahan berubah jadi rasa takut
Semuanya mulai berubah pas dia menemukan sebuah kartu memori misterius yang berisi rekaman mengerikan
Dari momen itu, rasa penasaran langsung naik. Misterinya terus berkembang, hantu-hantu mulai bermunculan sedikit demi sedikit, dan filmnya gak buru-buru ngasih jawaban. Justru karena ritmenya pelan, tiap kejadian terasa lebih mencekam. Sampe akhirnya film ini ditutup dengan plot twist yang bikin banyak potongan ceritanya nyambung.
Dan sekali lagi, jangan pernah nilai film ini dari posternya
Keluarga di Kabupaten Indramayu yang dikaruniai anak kembar lima sedang jadi sorotan publik.
Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengaku sudah menjual berbagai aset yang dimiliki, mulai dari sawah, sepeda motor, hingga perhiasan emas.
Di sisi lain, sang kepala keluarga juga disebut belum memiliki pekerjaan tetap. ππ»