Tolong kami ๐จ๐จ๐จ
Tidak ada dalam amar putusan hakim kemarin yang menetapkan agar Ibam segera ditahan di dalam rumah tahanan negara.
Namun JPU Roy Riady pagi ini menyatakan akan segera eksekusi penahanan Ibam ke rutan.
Ini zalim sezalim-zalimnya. Tolong, kenapa begini negara ini. ๐ญ
Bismillahirrahmanirrahim, hari putusan sidang.
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, dan kebaikan teman2 sekalian sangat memudahkan kesulitan kami sekeluarga.
Terima kasih ya untuk dukungan baik seperti di bawah, bantu kami merasa ngga sendirian setiap menuju sidang. ๐๐ผ
Besok, apapun keputusan dari Majelis Hakim, akan menentukan masa depan keluarga kami. Masa depan saya sebagai seorang istri bersama kedua anak kami.
Sebelum keputusan besok, perkenankan saya membagikan setidaknya dua fakta yang sudah terungkap di persidangan.
Satu fakta dari sidang bulan lalu, kesaksian di bawah sumpah bahwa aplikasi superapp tidak pernah dirancang atau diarahkan untuk hanya bisa jalan di Chromebook.
Saksi juga menyatakan, tujuan dari superapp ini adalah melayani sebanyak mungkin guru dan murid, jadi bisa jalan di Windows juga.
Saksi Plt. Dirjen akhirnya mengakui ๐จ
Beliau yang memutuskan pengadaan Chromebook tak perlu pengujian, sehingga diduga abaikan masukan Ibam.
Beliau juga diduga:
1. Buat SK catut nama Ibam
2. Menugaskan kajian Chromebook
3. Menerima gratifikasi
Karena ini, Ibam disalahkan ๐๐ผ
Dulu, ketika bantu KIP-K yang kena cyberattack, aku sempat post di bawah.
Dulu, kami lembur demi jutaan mahasiswa ngga putus beasiswa.
Sekarang, ternyata postnya kepakai di sidang, buat jelasin jutaan Chromebook berguna.
Kenapa sih, bantu Indonesia perlu seberat ini ujiannya?
Di rekaman rapat terdengar jelas Ibam bilang: "tidak require" Chromebook.
Saat ditanya arti bahasa Inggris tersebut, jawaban saksi Cepy berputar-putar.
Saksi Poppy mencoba berasumsi di luar fakta, namun akhirnya tak bisa membantah, ia mengakui artinya "tidak harus/tidak perlu".
Notulen rapat juga mencatat masukan tegas Ibam: Chromebook perlu uji kompatibilitas karena aplikasi penting seperti Dapodik tidak mungkin jalan.
Setelah dicecar Hakim Ketua, Saksi Cepy akhirnya mengakui masukan Ibam diabaikan dan pengujian kompatibilitas tidak pernah dilakukan.
Saksi Tim Teknis: kajian yang merekomendasikan Chromebook BUKAN atas arahan Ibrahim Arief ๐จ
Ibam didakwa membuat kajian 8-16 Juni 2020 yang mengarah pada Chromebook โ ๏ธ
Terungkap dalam sidang: Kajian tersebut dibuat sejak 27 April 2020 atas arahan Cepy Lukman ke Tim Teknis ๐จ
Suami saya membuat negara hemat Rp2,5T dari masukannya untuk hapus pengadaan server ujian bagi sekolah siap internet, dan ini terungkap di persidangan.
Bahkan Ahli IT menyetujui, ini adalah masukan terbaik.
Apakah ini, alasan kami dizalimi?
Apakah ada yang tidak suka, kalau Indonesia bisa berhemat triliunan rupiah?
Apakah ada yang terganggu, dengan teknologi yang lebih baik dan tepat sasaran?
Apakah ini, dosa Ibam?
Semoga Allah menunjukkan kebenaran, serta selalu melindungi kami sekeluarga.
Kaget banget Mas Ferry bikin video lanjutan terkait kasus Ibam.
Terima kasih telah mendukung hukum yang lebih adil dan baik untuk negara kita tercinta. ๐๐ผ๐๐ผ
H-6 Sidang Putusan. Mohon bantuan teman-teman sekalian untuk terus #kawalibam sampai bebas.
https://t.co/ITcV2QTKy2
Ide bangun ulang ojol ini ternyata banyak yang notice & minta aku bantu ๐
Kalau dibangun sekarang2 ini, aku yakin tech seperti Gojek bisa lebih efisien, lebih murah, dan potongan aplikator bisa turun dari 30% ke 5% ๐
Dampaknya, lebih banyak rakyat yang sejahtera ๐
Tapi...
Kemarin teman SMA Ibam nulis ini, dan bacanya bener-bener bikin terharu campur sedih. Terima kasih ya Amel, sudah jadi pengingat kalau idealisme Ibam sudah ada sejak di SMA 8 dulu.
H-10 putusan, semoga ini jadi penyemangat kami di tengah semua tekanan dan kezaliman.
Alhamdulillah โala kulli haal. Penundaan sidang putusan Ibam dari semula 30 April 2026 menjadi 12 Mei 2026 merupakan hal yang patut kami syukuri. Karena kami jadi memiliki waktu lebih banyak untuk berdoa dan berikhtiar.
Semoga majelis hakim juga mendapatkan waktu ekstra untuk mengkaji perkara ini, sehingga dapat memberikan putusan yang benar-benar objektif dan seadil-adilnya.
Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat.
Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan.
Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan:
1.โ โ Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian.
Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan.
2.โ โ Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020.
Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook.
Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows.
Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"?
Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya.
Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows.
Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam.
Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor.
3.โ โ Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook.
Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah.
Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat.
4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah.
Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia.
Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong.
Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam.
Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.
Terima kasih supportnya Ferry Irwandi dan @cania_citta ๐๐ผ
Blak2an dari sumber funding yayasan, cerita ancaman, konsultan dituntut "cenayang," sampai dampak teknologi seperti Kampus Merdeka.
H-3 putusan, semoga Ibam bisa bebas sesuai fakta persidangan ๐๐ผ
https://t.co/YaslqnKx7H
@zanatul_91 Dari satu saja bukti persidangan, narasi peran Ibam di atas terbantahkan.
Tidak ada tanda tangan Ibam dalam kajian Chromebook. ๐๐ผ
Terungkap: Ibam berkali2 minta Chromebook diuji dulu.
Tapi sarannya ditolak pejabat, namanya dicatut ke SK & kajian.
https://t.co/94trofPHNe
Terima kasih Prof. @Rhenald_Kasali atas dukungan dan apresiasinya terhadap perjuangan Ibam untuk bantu Indonesia, dan kini untuk mencari keadilan ๐๐ผ
Kami berharap hasilnya baik, agar siapapun yang tulus mau bantu Indonesia ngga perlu khawatir seperti yang Prof juga rasakan.