MENDAYUNG DI ANTARA DUA KARANG - Fahri Hamzah..
Pada akhirnya, pilihan kita hari ini bukan lagi antara komunisme atau liberalisme, melainkan antara berkhianat atau setia pada konstitusi sendiri. Jika ekonomi konstitusi hanya berakhir sebagai pasal mati di ruang kuliah hukum tanpa keberanian eksekusi, maka demokrasi kita akan merosot menjadi upacara rutin lima tahunan yang meresmikan ketimpangan.
Namun, jika kita berani mengembalikan Pasal 33 ke khitah aslinya—sebagai mandat perkasa untuk melawan kebocoran dan oligarki—maka “mendayung di antara dua karang” bukan lagi sekadar metafora usang. Ia adalah arah jalan pulang: menempatkan rakyat sebagai tujuan, negara sebagai alat, dan kekuasaan sebagai amanat yang wajib dipertanggungjawabkan setiap hari.
Selengkapnya di:
https://t.co/cCAKTYmjvv