Atas nama pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka juga atas nama Koalisi Indonesia Maju, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024.
Saya juga ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu, yaitu KPU baik dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, PPK, KPPS, seluruh PPLN di 120 negara, seluruh jajaran BAWASLU dan DKPP. Juga kepada TNI, Polri serta seluruh unsur pendukung pelaksana Pemilu yang membuat Pemilu 2024 berjalan aman, tertib, dan sejuk. Terima kasih juga untuk rekan-rekan pers media yang selalu sabar untuk meliput.
Kami Prabowo-Gibran mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menatap ke depan, kembali bersatu dan bergandengan tangan karena tantangan kita sebagai bangsa masih sangat besar dan untuk membawa Indonesia ke arah kemakmuran dan keadilan.
Kami bertekad berjuang dan bekerja sekeras-kerasnya untuk seluruh rakyat Indonesia.
Semoga perjuangan kita diridhai Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Besar.
Capres yg punya misi stop hilirisasi dan stop IKN itu bukan isapan jempol, mereka capres2 boneka barat yg terganggu dgn perubahan indonesia yg semakin maju,
Suara dia naik dia diam.
Suara kita naik dia ribut.
Suara kita turun dia diam.
Suara dia turun dia ribut.
Padahal ini semua kayak ingus. Naik turun biasa aja.
😀😀
Sebenarnya ga ada yg khawatir dgn hak angket 🤭
Cuman ko memalukan bnget kubu janggar, udah kalah telak 16% ko ngotot di curangi
Meski harus pemilu ulang juga rakyat pasti jabanin
Yg ada malah akan kliatan nyungseb nya PDI-P plgi si janggar ‼️
Jika tidak ada makan gratis, setiap anak harus tetap makan.
Jika tidak ada pendidikan gratis, belum tentu semua anak bisa sekolah.
Ini mungkin filosofi dari peribahasa kenyang bego...
Dapat dipastikan, perhitungan data saksi TPS dari kubu 01 dan 03 menyatakan mereka kalah. Kenapa? Karena mereka tidak berani membawa bukti data mereka ke Bawaslu dan MK.
Ketika ditanya kenapa mereka tidak mau ajukan ke Bawaslu dan MK? Mereka jawab, karena ada pamannya Gibran.
Loh? Bukannya berdasarkan putusan MKMK bahwa Paman Gibran tidak boleh terlibat atau melibatkan diri dalam pemeriksaan dan pengambilan keputusan dalam perkara perselisihan hasil Pilpres, Pileg dan Pilkada? Lalu di Bawaslu kan gak ada Pamannya Gibran?
Jadi clear ya.. alasan pengecut ini tidak lagi bisa digunakan, tidak ada lagi alasan Paman Gibran di MK apalagi di Bawaslu.
Alasan ini makin menguatkan bahwa berdasarkan data internal mereka di TPS, mereka kalah. Jadi urusan angket, adalah upaya mereka untuk bisa mengubah fakta hasil kekalahan.
@ganjarpranowo@aniesbaswedan
Usulan hak angket mungkin akan dilawan pemerintah dengan hak angkot.
Caranya dengan memberikan ruang agar partai-partai atau pelaku politik dipastikan dapat dapat hak angkut.
Aman deh...
Ide yang luar biasa. Saya selalu suka dengan pikiran besar ini.
Nanti di bawahnya ada Dirjen Urusan Bumbu Masak. Dirjen Urusan Perlengkapan Dapur. Dirjen Empat Sehat, Lima Sempurna.
Direktorat Chef dan Racikan Bumbu.
Ah, keren banget.