BLUNDER!
"Kalau Ijazah saya diragukan, berarti 88 ijazah yang lain juga diragukan"
Jangan ikut ketawa dengan ucapannya ini.
Karena sebetulnya ucapan ini adalah ancaman sekaligus intimidasi.
Tapi ya memang orang-orang UGM apalagi yang mainnya kurang jauh, rata-rata lugu-lugu. Jadi ya pada ikut ketawa dengan candaan mengerikan ini.
Dalam hati mereka sebetulnya banyak tanya
Terutama karena orang yang datang reuni ini, dan tidak punya kaos seragam reuni, kemarin baru alasan sakit sehingga POLDA METRO Jaya sekonyong-konyong harus datang ke Solo, dengan biaya besar pasti, yang dibayar dari APBN, dibayar dari uang pajak rakyat.
Hanya agar orang yang mengaku sakit ini bisa diperiksa dengan nyaman.
Ealah, baru selesai, besok pagi dia sudah keluyuran! Reuni keluar kota!
Sudah lupa dengan kehebohan dan kerepotan yang dia buat kemarin, memaksa POLDA METRO Jaya ke Solo segambreng-gambreng, karena Mbahnya Jan Ethes mengaku sakit
Dan ya dari penampilan memang betul-betul sakit sih
Wajah bengkak sampai mata tinggal segaris karena injeksi steroid untuk menekan autoimun. Kulit merah belang putih dimana-mana terjadi skleroderma atau kulit mengkilat akibat proses fibrosis yang terjadi.
Jalan terhuyung tertatih karena nyeri itu kalau dibawa jalan seluruh sendi-sendi tulangnya.
Artinya memang alasan yang cukup lengkap, dan walaupun merepotkan, tetapi undang-undang mengizinkan demikian, POLDA mendekat ke kediaman yang mau diperiksa agar tidak bertambah sakit.
Tapi
Yang nggapleki ya ini.
Kemarin alasan sakit, hari ini malah melancong! Reuni!
Betul-betul senegara ini dipermainkan habis-habisan sama kelakuan orang ini.
Dan kedatangannya ternyata hanyalah untuk memanfaatkan orang-orang yang reuni untuk jadi tameng sekaligus memaksa mereka jadi alibi tanpa mereka sadari
Bahwa dia berani datang reuni, seakan ingin menunjukkan, dulu memang betul-betul teman kuliah.
persis seperti 8 tahun lalu di tahun 2017, ketika pertama kali kecurigaan keabsahan ijazahnya diuji oleh Bambang Tri. Yang berujung pemenjaraan Bambang Tri.
Tahun 2017, bikin heboh.
Mengibul di panggung punya Dosen Pembimbing skripsi galak bernama Pak Kasmudjo.
Yang belakangan karena ketahuan ngibul, dia ralat dengan enteng.
"Pak Kasmudjo memang bukan pembimbing skripsi saya. dia dosen pembimbing akademik"
Padahal Pak Kasmudjo sudah mengaku, beliau bukan Pembimbing Skripsi, juga bukan Pembimbing Akademik.
Di sini saya perlu sampaikan:
REUNI ITU BUKAN BUKTI!
Pertanyaan tetap harus ditanyakan dengan lantang:
MANA IJAZAHMU, JOKOWI?
Jangan kau intimidasi Alumnus Kehutanan UGM angkatan 1980, bahwa kalau Ijazahmu palsu, maka semua orang itu ijazahnya juga palsu!
Itu sesat pikir namanya!
Logika Pasar Pramuka !
Saya yakin
Dengan datang ke Reuni dengan penampilan wajah bengkak kepu-kepu, kulit merah mengkilat, rambut tambah botak, dan penampilan 20 tahun lebih tua dari usia
Mereka semua membatin.
Dan karena mereka orang Jawa, pertanyaan yang ada dalam batin itu tak mampu mereka utarakan.
Sambil diam-diam mereka mengamati, membatin, mengamati, membatin.