Greetings, the year has come to an end and I’ve noticed that we haven’t really been in touch because of my sudden inactivity here. I’m planning to reconnect with everyone on my different account, but there’ll be lots of irl stuff there. If you don’t mind, please leave a trace.
Greetings, the year has come to an end and I’ve noticed that we haven’t really been in touch because of my sudden inactivity here. I’m planning to reconnect with everyone on my different account, but there’ll be lots of irl stuff there. If you don’t mind, please leave a trace.
Overgeneralisasi terhadap Gen Z sebagai generasi "kagetan" dan "tantrum" bukan sekadar stereotip, tetapi strategi delegitimasi yang disengaja. Dgn menciptakan narasi bahwa kritik mereka irasional dan berlebihan, sistem dapat menghindari pertanggungjawaban tanpa perlu membantah substansi argumentasi mereka.
Nggak. Gen Z sedang kritis. Memangnya ngapain Brimob jagain mudik? Ngapain siswa akademi militer/semi-militer pakai seragam di luar kampusnya? Milenial aja nrimo² bae.
"yaampun kapan punya anak?"
"sekarang tante"
seketika kami bersenggama di hadapan keluarga besar—di atas karpet dan sempat kesenggol toples sagu keju yang ga laku
gebuk medis, gebuk perempuan, gebuk sipil ga bersenjata. Padahal dari baju sampe pentungan dari patungan duit rakyat. Sebenarnya siapa yang dilindungi selain kepentingan elit.
Lo bacot bat soal undang-undang, fapi lo lupa di Pasal 84 ayat (1) UU 24 Tahun 2013 bilang kalau sidik jari termasuk data privasi. Dan gua tekankan lagi, Kepolisian berkewajiban untuk MELINDUNGI masyarakat
So? Yang dongo siapa?
This week I’ve been thinking about Tempo — one of Indonesia’s most respected media outlets. Tempo has been targeted with terror tactics: a severed pig’s head and dead rats sent to their office. This is intimidation and an unacceptable attack on press freedom. #StandWithTempo
dokumen CIA tentang usaha mereka menumpas PKI udah open for public ya teman teman, bahkan apa yang mereka lakukan diberi nama "Jakarta Method"
sudah saatnya kita mengetahui sejarah kita yang sebenarnya. lebih dari 1.000.000 orang dibunuh di tahun 1965-1966