MD-forensic & medicolegal resident| tweets are personal-not necessarily educational | random | combat sport & martial art enthusiast (FMA-BJJ-MMA-TCMA)
@ryualova umumnya biduran (bahasa londonya urtikaria) penyebabnya secara umum antara lain: alergi/hipersensitif, infeksi, pemicu fisik, faktor non alergi lainnya(stres emosional atau fisik, perubahan suhu ekstrem, autoimun, hamil, dan idiopatik alias tidak jelas penyebabnya)
Bukan mau ngebela siapa-siapa,
Kenapa cerita 'berobat ke luar negeri jauh lebih manjur' gampang banget viral atau FYP?
Jawabannya: Survivorship Bias.
✅Orang yang sembuh di RS Indonesia tentu jarang yg akan buat konten "Ceritaku selamat dari vonis berat berkat dokter lokal". Tdk ada drama, ga bakalan viral.
✅Algoritma medsos cuma menangkap cerita ekstrim (sangat kecewa ATAU sangat puas setelah pindah tempat).
💌Gampangnya begini:
Algoritma medsos itu suka drama dan plot twist.
Pasien yang berobat di RS Indonesia, diobati, lalu sembuh? Gak akan bikin konten. Karena ya, itu hal biasa. Gak ada nilai "konten"-nya.
Tapi kalau ada cerita:
Diduga penyakit berat A di RI ➡️ Pindah Penang ➡️ Beda diagnosis ➡️ Sembuh? Ini racikan sempurna buat konten viral.
🔔Efeknya apa? Jutaan cerita keberhasilan nakes lokal menyelamatkan nyawa tiap hari, kalah sama puluhan cerita viral berobat ke luar negeri. Jutaan kasus sukses penanganan medis di Indonesia akhirnya tenggelam cuma gara-gara 'kelihatan biasa aja'.
Padahal perbedaan diagnosis antar dokter itu hal lumrah secara medis (makanya ada istilah second opinion), bukan otomatis berarti dokter pertama bodoh. Beda alat, beda fase penyakit saat diperiksa, beda analisa.
Kritik ke fasilitas dan pelayanan kesehatan dalam negeri itu harus terus berjalan supaya ada perbaikan.
Tapi jangan sampai survivorship bias di medsos bikin kita lupa bahwa di balik cerita viral yang bikin skeptis, ada ratusan ribu nakes di Indonesia yang setiap hari diam-diam berhasil menyembuhkan pasiennya tanpa pernah viral/masuk FYP.