Kembali menuliskan balasan dan telah menerima hadiah yang diberikan untuknya.
✉️
Terimakasih atas ucapannya, Moblit-san. Terimakasih juga untuk hadiahnya, saya sangat suka sekali. Sampaikan terimakasihku juga untuk Hange-san 🌸
—Sasha.
Sent for: < @Potablouse >
𓂃 ✍︎
Sasha, selamat bertambah usia. Kami berharap banyak kebaikan untukmu. Ada sesuatu yang saya dan Hange-san berikan. Semoga kau menyukainya, ya.
Sent for: < @Potablouse >
𓂃 ✍︎
Sasha, selamat bertambah usia. Kami berharap banyak kebaikan untukmu. Ada sesuatu yang saya dan Hange-san berikan. Semoga kau menyukainya, ya.
Menghela nafasnya sebelum akhirnya ia merespon perkataan dari orang yang berbicara dengannya saat ini.
" Ya— ya, baiklah. Apa boleh buat jika anda ingin tetap menawarkannya. Tapi, jika kapten saya lihat, tolong anda yang tanggung jawab. "
... Apa mungkin ini sebab oleh janggut yang dimiliki oleh dirinya? Tanpa sadar memegang sesuatu yang dimaksud.
“... Boleh, kan’ aku yang menawari.” nampak enggan mengomentari perihal ‘penculik’.
At that time, she could only nod as she somehow thought that what the other woman had said was true.
" Ah, well. . Things happened though but still, we have to go through it anyway. "
"Something happened-" she paused, considering whether she should tell it or not, but she decided not to. "I mean things always happen to us, no?" Chuckled, shaking her head slowly. "Maybe that's why."
" Sun— Sun what? "
Wait, what was that? Why does it sound unfamiliar to her? Anyway, she thinks that it's still efficient to put her head in a bucket. . . For now.
" Me—memangnya saya boleh makan dan dibayari oleh anda? Anda nampak seperti penculik. "
Dasar Sasha ini, walau dalam hatinya juga sebenarnya ia ingin makan terlebih lagi jika ada daging.
Baiklah, ia menyerah. Tidak ada gunanya lagi merayu gadis yang satu ini. Lain dengan kebanyakan kepala yang hampir selalu memilih 𝘸𝘪𝘯𝘦.
Helaan nafas kasar, “Ya sudah, pergi ke tempat Niccolo 𝘬𝘶𝘯. Aku yang akan bayar.”