Anda punya kucing? Ingin punya dokumentasi foto anabul kesayangan seperti ini? Ahay! Hubungi saya. Saya fotokan. Gratis karena saya bukan fotografer profesional wkwk.. DM aja hehe
ERA NADIEM GURU DAN DOSEN ITU DIBUAT SULIT HIDUPNYA.
CPNS GURU HILANG, DIGANTI JADI PPPK GURU. ALIAS HAK GURU DIRAMPAS.
TUKIN DOSEN, TIDAK DIBAYAR
HAK DOSEN DIRAMPAS.
DOSEN DIPECAH BELAH, DENGAN ADANYA STATUS PPPK DOSEN.
MASIH PADA BELAIN NADIEM?
DIH.
@aqfiazfan Kejadian jg jurnalistik dalam bentuk game. Dulu waktu kuliah pernah ada bukunya @ibogost Game as Journalism sekarang menyaksikan sendiri keren bang 🥳
Saat garap investigasi isu Sambo, Kanjuruhan, Halte Sarinah dll outputnya selalu video explainer. Saya coba pendekatan lain di kasus Andrie Yunus. Idenya simpel: Kalau penyidiknya gak bisa kerja, kita buat publik aja jadi penyidiknya.
Jadilah game ini: https://t.co/hXYFEkyvIS
Liputan Tempo pekan ini idenya didapat dari X.
"Ketika sebuah akun menyebut, kalau Wapres sudah blusukan ke ratusan tempat."
Dan tetap saja, akun X siapa tak disebutkan dengan alasan: lupa.
Ide yang mahal, dan kredit yang hilang. Itulah budaya kita..
Hari ini sengaja ambil dayoff dari kantor karena harus nganter bojo periksa ke spesialis kandungan di rumah sakit.
Biasanya kalo ada suami istri ke dokter kandungan, kebanyakan ngeliat perkembangan janin di dalam rahim.
Tapi, nggak buat bojo.
Hari ini momen yang bikin kami terdiam dari keluar ruangan dokter sampai di rumah.
Setelah diperiksa dan USG, ada kista ovarium di rahim bojo.
Innalillahi wa innailaihi raji'un.
Yang saya ingat dari dokternya, Sebulan lagi harus control, tapi kalau dalam 2 minggu masih dirasa nggak enak, bojo harus ditindak operasi pengangkatan kistanya.
Saya nggak tau ini akan berefek atau nggak, tapi boleh minta do'anya kah siapa aja yang baca tulisan ini, buat bojo. Buat anak2?
Selain diberi kesembuhan, juga minta diberi kekuatan buat bojo ngelewatin arc baru ini dalam rumah tangga.
Ngetik ini juga masih bingung harus gimana karena ini hal baru bagi kami.
Thank you orang2 baik 🙏🙏
Tau gak? Waktu guru-guru panik karena Draf RUU Sisdiknas 2022 menghilangkan pasal-pasal tunjangan profesi guru, dan dikejar-kejar 78 aplikasi, Maudy ada di Bali jadi jubir Education Working Group G-20, haha hihi merayakan digitalisasi pendidikan.
Sudah menjadi nostalgia bagi saya, penderitaan guru disapu oleh influencer papan atas.
Salah satu talk show ringan dan menghibur pada masanya yang dipandu oleh Tukul Arwana mengundang bintang tamu freak Bu Lina buat unjuk kebolehan yaitu makan kodok hidup2. Gegara itu Empat Mata kena banned KPI & terlahir lg dgn jdl Bukan Empat Mata https://t.co/bPx9YwL9oY
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa.
Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour.
Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan.
2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia.
2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka.
Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis.
Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia
13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut.
30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa.
April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya.
BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga.
--
Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
"Jika Anda adalah takdir bagi kami, semoga Allah membimbing Anda (di dalam menjalankan tugas). Tapi, jika kami adalah takdir bagi Anda, semoga Allah (mau) menolong Anda ketika Anda menanggung setiap urusan kami (di pengadilan akhirat)!"
Jlebbbb!!!
@Uki23@AgusMagelangan Dalam statistics ada banyak metode sampling, dan pemilihannya ditentukan oleh gimana distribusi dari populasinya. Nah apakah mas uki udah mempertimbangkan gimana karakteristik distribusi populasinya? Ngga semuanya bisa pakai random sampling buat mengambil kesimpulan
Karena memang tidak semua harus dan cocok meniru pola kerja Proyek Suku Api. Proyek Suku Api dibiayai dari royalti buku cetak (yang menurut perkiraan saya nilainya tidak besar, mengingat buku terlaris mereka Nenek Moyangku Seorang Anarkis saja, penjualannya belum menyentuh seribu eksemplar, sementara yg mendownload edisi digitalnya kurang dari 2 ribu eksemplar) serta dari donasi.
Sementara buku Reset Indonesia dijual full cetak, untuk angkatan pertama saja sudah laku 11 ribu eksemplar. Uang penjualannya tentu besar, dan itu memungkinkan mereka untuk bisa bikin roadshow diskusi dan bedah buku di puluhan titik (di mana satu titik minimal dihadiri oleh 50 orang) secara gratis untuk peserta, juga memungkinkan mereka untuk mengalokasikannya sebagai biaya produksi konten media sosial tentang konsep Reset Indonesia. Sehingga dampak paparan isu dan pengetahuannya bisa jauh lebih besar. Orang-orang yang membeli buku, secara tidak langsung, turut mengongkosi peserta diskusi dan bedah buku secara gratis. Subsidi silang.
Baik Proyek Suku Api maupun Reset Indonesia adalah sama-sama inisiasi yang baik, keduanya sama-sama mengangkat isu kedaulatan pangan, energi, dan air. Keduanya menggunakan strategi penyebaran pengetahuan yang berbeda, dengan keunggulan dan kekurangannya masing-masing.
Oh ya, btw, tidak ada yang salah dengan menyebarkan ideologi sambil mencari profit. Itu bukan dua hal yang saling menegasikan. Pram melakukannya. Melalui Tetralogi Buru-nya itu, ia menyebarkan semangat kebangkitan nasional serta kritik terhadap kolonialisme dan feodalisme. Dan melalui Tetralogi Buru-nya itu pula, Pram mendapatkan profit untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.
Kemuliaan seorang guru tidak berkurang hanya karena ia menerima gaji, dan semangat menyebarkan gagasan seorang penulis tidak lantas menjadi invalid hanya karena ia menerima royalti.