@myshawti ini bukan Program Calon Militer Calon Asmen BI anjiirr.. ini mah pasti Kopdes sih.
Klo program nya BI gk bakal ruwet dan gk rapi begini siih wkwk jauh bangeett wkwk
@abdimuda_id lagian konsep p3k awalnya dibuat untuk mereka yang usianya ga keterima pns, dan mengisi kekosongan formasi didaerah. la kok tiba-tiba yang masih muda bisa ikutan p3k, mana sekarang lo pada ngelunjakk lagi
Sistem desil di indo tuh menurut gue aneh. Masa penghasilan 4-6juta termasuk menengah keatas? Punya mobil pula??? Gue punya beat aja udah alhamdulilah. Pantesan gue mau daftar KIP katanya ga pantes, gue ga ngarep bansos cuma mau daftar KIP buat anak gue๐น
Padahal penghasilan gue tuh buat menghidupi 5org.
@dimarsasongko98 Padahal saat ini Dividen BUMN udh gk lagi disetorkan ke APBN semua dikelola kembali oleh Danantara, tapi dengan PP tersebut Danantara boleh minta injeksi dana negara. Ini sm aj kyk 'Negara tidak boleh dapat duit dari BUMN, tp Danantara boleh minta duit negara?' Aneh kan!!!
Akhirnya ngebuktiin sendiri kalo MBG ini lahan basah ๐ Tanggal 9 April diminta kasih harga roti 1.500 padahal harga aslinya 3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000.
Habis itu semua chat hilang ditarik. Semalam chat lagi, ternyata masih juga nego harga roti ๐
ini parah banget sih guys๐คก
sc:threadsspidolls
Ini sudah keterlaluan.
PP terbaru Danantara (PP 19/2026 Pasal 31A) buka jalan APBN suntik modal ke holding Danantara lewat pintu belakang.
Dividen BUMN hilang dari APBN,
tapi Danantara boleh minta injeksi dana negara seenaknya.
Negara gak boleh dapat duit dari BUMN, tapi Danantara boleh minta duit negara?
Udah gila bener ini negara. Uang pajak rakyat diputar untuk kepentingan apa?
https://t.co/bBwHo9hQGy
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
โGaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?โ
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubahโฆ
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
@abulmuzaffar10 Apa yg mau diharepin bang, wong penggantinya ya dia dia jg, si ibu suri ini pembuat hoax jaman ratna sarumpaet yg ktnya di gebukin. Brp bnyk air mata buaya dia yg udh tumpah selama ini tampil di konpers..
Gmn ada yg mau percaya sama iklim investasi & pasar kita