chisa being a staple in the 4 top tier teams (and possibly 5 in the future 👀) is the funniest thing ever considering people were calling her a brick on her release
Post-Lament Anthropocene: Stars Intertwined
"My dream now is just to see all my students' dreams come true."—Lucilla
Archive>>
Lucilla, President of Startorch Academy. An idealist who tackles her matters one step at a time.
She quietly watches over her students and strives to create a space where they can chase their dreams freely.
#WutheringWaves
#Lucilla
We promised. we delivered! 🗼
The complete Wuthering Waves Tower stack upgraded from 2.0 to 3.3 Anniversary edition!!
Original concept: @Are_A_R
Brought to life by: @Sesield
Approved by: Kuro
Happy Anniversary, Rovers!!💙
#WutheringWaves#Wuwa
KOMDIGI Strikes Again! Postingan isu Andre Yunus terbungkam
Setelah dikejutkan dengan berita rating IGRS yang melakukan rating asal-asalan, kini saya dikejutkan dengan salah satu postingan dari Eko Juniarto yang menunjukkan sebuah postingan instagram yang hanya bisa di akses dengan menggunakan VPN karena telah di blokir oleh pihak Instagram atas permintaan KOMDIGI. Saya coba membuka link tersebut tanpa menggunakan VPN dan hasilnya memang benar, saya tidak bisa melihat isi postingan dari link tersebut akibat di blokir oleh KOMDIGI (Komedi Digidaw). Namun setelah saya cek menggunakan VPN, ternyata isinya merupakan sebuah berita tentang kasus Terror Air Keras Andre Yunus yang meng-highlight ke-16 terduga tersangka lapangan yang melakukan terror tersebut.
Menurut saya, ini merupakan sebuah langkah komdigi untuk melakukan pengontrolan internet secara massif dengan cara membungkam kritik, fakta, dan juga opini yang membuat citra nama aparat menjadi jelek. Namun sejujurnya saya juga khawatir masalah seperti ini bisa saja terjadi pada sosial media lain seperti twitter, facebook, dan sosial media lainnya. Jadi untuk kedepannya berhati-hatilah dalam memposting sesuatu, karena sekarang pemerintah memiliki kekuatan untuk membungkam siapapun yang mencoba mengusik mereka.
Bagi yang mau mampir bisa klik link dibawah:
https://t.co/wWXbbzFWMg
Bagaimana menurut kalian?
IGRS gak becus
Bubar aja, blunder besar, keliatan kualitasnya, ngerating modal bot/ai dan ga human check
Di ketawain se internasional
Bukan ranahnya, nggak ngelibatin ahli dibidangnya al hasil duar kena backlash
Saran aja nih
PAKE RATING YANG UDAH ADA.
Atau taro label only gausah sampe blokir2 kalo kualitas CEKnya modal bot/ai
Banyak salah sasaran kan..
Jangan berani2 ngibul lo ngelibatin ahli. Ketauan bobroknya nih se internasional
Minta maaf g luh👊
Rating IGRS yang dipake buat blokir Steam itu ngawur dan salah sasaran. Rating = penanda, bukan threshold blokir.
Kemudian, beda dari mobile games, user Steam di Indonesia itu niche urban. Minimal punya laptop atau PC gaming.
Di Indo, berapa orang yang punya device itu sih?
Masyarakat urban Indonesia tingkat pendidikannya lebih tinggi, lebih kritis terhadap konten yang mereka konsumsi dan yang dikonsumsi anak mereka.
Jatohnya Komdigi gak paham target audiens-nya sendiri.
Aku aja bisa bikin inference analysis berdasarkan data ISP coverage + download data steam buat buktiin ini. Apalagi Komdigi yang bisa langsung minta data resminya ke Steam.
FYI, Judol masih aktif loh wkwk
Mumpung IGRS lagi rame.
Ini gw pernah beberapa kali protes perihal isi Perpres 19/2024 perihal usulan IGRS ditajamkan dan menjadi penerimaan negara bukan pajak.
System rating yg awalnya utk awareness justru mau dijadikan senjata utk censorship dan mengendalikan aliran dana.
@kerissakti >Game indie keluar
>Kena Buzzer bilang "game bermasalah"
>Akhirnya kena rating RC
>Nggak bisa appeal kecuali lewat jalur tikus
>Jalur tikus bayar banyak + deadline nggak masuk akal
>Game kena 18+
Taktik blackmail yang sama yang dipake Bea Cukai