@ArkanaHUNI Menimbangkan tawaran untuk istirahat, dirinya terdiam sejenak lalu memilih menyimpan alat pembersih untuk bersandar pada dinding yang dingin.
βWah, kalau ditawarin ya saya gak nolak.β Dengan suara yang jujur, ia kembali memandangi wajah lawan bicara.
@ArkanaHUNI βYah, mungkin sekarang sudah saya temukan.β Ucapnya tanpa berpikir dengan senyuman kecil, sebelum matanya kembali fokus pada aktivitas membersihkan ruangan.
@ArkanaHUNI βSaya dukung Jerman tuh kemarin waktu final piala dunia.β mencoba mencairkan suasa, kakinya melangkah mendekat ke arah bangku.
βHal menarik? di hidup saya?β Kebingungan menjawab, tangannya sedikit melonggar dari kayu yang dipegang, beralih fokus pada mata yang menatapnya.
@ArkanaHUNI βKalau gitu saya mulai sapu dulu ya.β Katanya seraya melangkah ke sudut ruangan mengambil alat
pembersih yang ia butuhkan. Karena tidak tahan dengan suasana canggung, otaknya berpikir keras, tapi bibirnya tidak bekerja sama.
βMas nya bukan asli sini, ya?β
@ArkanaHUNI Menggeleng kecil, matanya menyipit lembut berharap pemilik rumah tidak lagi khawatir. βGak masalah, Mas. Lagian di Mushola saya sendirian, ke sini jadi ada temannya.β Tuturnya pelan.
@ArkanaHUNI Di depan pintu ia termangu, menatap gagang pintu tanpa berseru.
Memberanikan diri, tangannya pun bergerak ragu.
Ketukan pertama.
Ketukan kedua.
Hingga netranya terjerat sesaat waktu pemilik hunian membuka pintuβ
βJadi saya perlu bantu bersih-bersih mulai dari mana?β
@FahriHUNI Kado yang paling cocok untuk Pejabat Publik kita itu berupa proposal dengan judul Inisiatif Penyediaan Fasilitas Inklusif dan Perlindungan Sosial bagi Kelompok Second Gender.