Tak ada instrumen yang lebih hebat untuk mengontrol manusia dibanding dengan kebohongan
Sebab manusia hidup tergantung kepada kepercayaan-kepercayaan mereka, dan kepercayaan bisa dimanipulasi
^_^
ㅤ
ㅤ
Usia, jembatan panjang yang sunyi
Mengikat dua tepi yang tak saling kenal
Di bawahnya mengalir waktu yang tak kembali
Membawa nama, jejak, dan segala tanya
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Di antara garis-garis pena, engkau setia menari, seakan melodi tak terdengar, namun di hati begitu nyata
Menyoroti sudut-sudut gelap kata, lembut merangkul makna, membawa syarah melayang bebas
Menabur keindahan, menelan ketiadaan, membakar kegelapan
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Di tepi persimpangan jalan yang berliku-liku
Seorang musafir tetiba diam terpaku
Mengurai benang, dalam hiruk-pikuk suasana
Menerangi pelita, di tengah kesibukan masa
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Aku dan bayang di malam kelam
Bergumul dalam gelombang hitam
Sorot semu, seperti pedang tajam
Berbilah nestapa, kesepian terpotong
Aku bersandar, di bawah bintang
Menunggu atma, di malam yang panjang
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Semburat keemasan, bumi tua terselimuti
Aroma kehangatan, mengiring langkah kembali
Semur nada, merajut kisah abadi
Membuka lembaran, cerita baru dimulai
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Malam kelabu, membungkus lembut dunia
Derai merdu, mengalunkan nada surga
Bumi yang sunyi, berdetak dalam harmoni
Mencipta irama, dalam bisikan angga
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Di bawah langit tanpa batas, takdir terjalin
Bintang-bintang berganti posisi, misterinya terlukis
Siapa yang memegang kendali?
Pertanyaan abadi yang menghantui jiwa
Langit diam, tapi hati terus bertanya
Di kesunyian, mencari jawab dalam diam semesta
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Pekat malam tenang membayang
Kesiur angin menyusuri sepi
Gumpalan gelap saksi bisu yang melankolis
Mengukir di setiap jengkal langit yang bersahaja
Menyampaikan kisah balik gemerlap bintang
Dimana titik-titik kilauan yang selalu ada
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Engkau bagaikan semburat sinar keemasan yang menentramkan hati
Meski hanya sepintas lalu, namun begitu nyata meredakan kegundahan, menenggelamkan pikir, menyulut getar-getar ilusi
Padamu ku rebahkan diri dalam sepi
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Tatapan itu membuatku tak bisa menolaknya
Menebar getar yang muncul tiba-tiba
Rasa manis makin jelas di setiap malam
Segalanya terasa indah dalam kelam
Nostagia kelana arungi mayapada
Lelah rebahkan diri pada hamparan ladang bunga
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Ia menjelma dalam bayang, menggelayut mesra menyambut sang kekasih
Merengkuh erat bisikan waktu, hantarkan pada peraduan semu
Lalu ia memudar dan menghilang rupa kala gelap bertahta dalam singgasananya
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Waktu seolah terhenti, menyulam jejak-jejak kaki
Getar dawai bayu seolah bernuansa melankolis, lalu menghilang diantara debur yang menepi
Mengajak diri terdiam menunduk, sepi sendiri
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Aku seperti semut yang berada di atas kertas, hampir ditenggelamkan tinta
Engkau seperti anak kecil yang baru belajar menggambar. Baru saja menggambar berbagai goresan, ia langsung menutupinya dengan pasir halus
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Di jarak yang menganga, hatinya meratap
Pecinta yang terpisah, tak bisa bertatap
Rindu menyelimuti, seperti angin berdesir
Mimpi-mimpi bertaburan, saat malam hadir
Membara dalam sepi, jiwa penuh harap
Takdir tak berkompromi, namun rasa itu tetap
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Musim tlah berganti
Kelana muncul kembali
Bernyanyi lepas tak terkendali
Bak burung yang merentang
Kala gerimis menerjang
Badai pun meradang
Bunga-bunga menari
Sang kelana pun menanti
Di hamparan rumput teki
Pasrah terpijak kaki
#CelahAwan
^_^
ㅤ
ㅤ