Mereka mungkin gagal mempertahankan trofi, tetapi tidak pernah kehilangan keberanian, daya juang dan kehormatan sampai peluit terakhir.
Terima kasih, Argentina. Kalian sudah memberikan segalanya. 🇦🇷💙🤍
COOLING DOWN.
Hidup tidak selalu berakhir sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Justru karena pernah gagal, kita belajar menghargai arti sebuah kemenangan.
Jangan lupa, Argentina mengakhiri penantian sejak 1986 dengan menjadi JUARA DUNIA pada 2022.
Empat tahun kemudian mereka kembali menembus FINAL PIALA DUNIA. Tidak banyak tim yang mampu mempertahankan level seperti itu.
ITALIA 2010
SPANYOL 2014
JERMAN 2018
DOWNFALL APA YANG MEREKA RASAKAN.
Jadilah fans yang APRESIATIF dan KRITIKUS yang PROPORSIONAL.
SCALONI salah dalam aproach taktik.
MESSI menghilang di laga final.
NICO GONZALEZ dan GIULIANO tidak selevel DI MARIA.
ENZO, PAREDES, MOLINA kehilangan kontrol diri.
MACCA jauh dari standarnya sendiri.
LAUTARO tidak dapat kesempatan bermain.
Dll.
COOLING DOWN,
SAMPAI KE FINAL PIALA DUNIA BUKAN HAL REMEH.
TANYAKAN PADA
CRISTIANO
NEYMAR
IBRAHIMOVIC
ROONEY
KANE
dll
Lihat Lionel Scaloni dan seluruh staf kepelatihannya. Air mata yang mereka keluarkan bukan karena marah, bukan karena kecewa kepada para pemain. Mereka menangis karena mereka tahu betapa besar perjuangan yang telah dilewati. Mereka hanya ingin satu hal: melihat Argentina kembali menjadi yang terbaik di dunia.
Lihat Messi. Ia berdiri dengan mata yang berkaca-kaca. Bukan karena tidak siap menerima kekalahan, tetapi karena ia tahu dirinya dan rekan-rekannya telah memberikan SEGALANYA. Dan yang membuat momen itu begitu indah adalah ribuan suporter Argentina tetap berdiri, tetap bernyanyi, dan tetap bertepuk tangan. Mereka tidak hanya mencintai trofi, mereka juga menghargai perjuangan.
Dibu Martínez kembali menjadi tembok terakhir. Tagliafico bertarung seperti seorang warrior. Lisandro Martínez dan Cristian Romero mengorbankan tubuh mereka hingga titik darah penghabisan. Molina, Paredes, dan Otamendi bermain dengan keberanian yang luar biasa demi lambang di dada. Mungkin ada keputusan yang keliru, mungkin ada emosi yang berlebihan, tetapi jangan pernah ragukan kecintaan mereka kepada negaranya.
De Paul, Mac Allister, Giuliano Simeone, bahkan Enzo Fernández mungkin akan menjadi sasaran kritik.
Namun sepak bola tidak pernah sesederhana menunjuk satu orang sebagai penyebab kekalahan. Ada taktik, momentum, cedera, kartu merah, approach pelatih, keberuntungan, dan begitu banyak detail yang menentukan hasil sebuah pertandingan.
Di bangku cadangan, Lautaro Martínez dan pemain lainnya tidak berhenti memberikan dukungan. Mereka tentu ingin berada di lapangan, tetapi mereka memilih tetap menjadi energi bagi rekan-rekannya. Itulah arti sebuah tim.
DAN KITA SEBAGAI SUPORTER JUGA PUNYA TANGGUNG JAWAB.
Mendukung ketika tim juara itu mudah. Yang jauh lebih berarti adalah tetap berdiri di belakang mereka ketika mereka pulang tanpa trofi. Kritik boleh. Evaluasi juga perlu. Tetapi jangan sampai rasa kecewa membuat kita lupa betapa banyak kebahagiaan yang telah tim ini berikan selama bertahun-tahun.
Final Piala Dunia 2026 ini memang menyakitkan.
Besok mungkin rasa itu masih ada. Namun satu kekalahan tidak akan pernah menghapus perjalanan luar biasa tim ini.
TERIMA KASIH, SCALONETA.
Terima kasih telah membuat kami percaya lagi setelah puluhan tahun menunggu. Terima kasih telah membawa kami kembali ke Final Piala Dunia. Dan terima kasih karena, apa pun hasil akhirnya, kalian selalu bertanding dengan hati, dengan kebanggaan, dan dengan lambang Argentina di dada.
KITA KEHILANGAN PIALA. TAPI JANGAN SAMPAI KITA KEHILANGAN RASA HORMAT KEPADA MEREKA YANG SUDAH MEMBERIKAN SEGALANYA UNTUK ARGENTINA. 🇦🇷
yg bikin sedih tuh mereka ga salah apa-apa dan ga bisa berbuat apa-apa, tapi mereka jadi korban yg paling menderita.
kehilangan tempat tinggal, kehilangan keluarga, mereka gabisa ngobatin sendiri klo sakit (kita manusia bisa ke RS atau beli obat), mereka gabisa melawan dg cara apapun, cuma bisa lari lalu pasrah😔
🚨 ONE MORE GOOD NEWS 🚨
AKHIRNYA! ✨️
Setelah sekian lama menyuarakan tentang karhutla dan nasib flora-fauna kita, The Dodo akhirnya notice juga! 🔥🦧
Senang banget melihat media internasional sebesar The Dodo mulai mengangkat krisis kebakaran hutan di Indonesia, khususnya evakuasi 60+ orangutan di rehab center YIARI.
buat yg belom tau, The Dodo adalah media digital global asal Amerika Serikat yang fokus pada cerita kesejahteraan dan penyelamatan hewan sejak 2014 📰
Media ini btw, udah punya miliaran penonton bulanan di media sosial, shingga saat mereka mengangkat isu karhutla di Indonesia, harapannyaa dampaknya bisa langsung menarik perhatian dunia internasional 📲
Ini dah jadii bukti kalau suara kita di media sosial itu berharga dan didengar frens!
Yokkks, terus gaungkan isu lingkungan kita agar dunia tahu dan ikut membantu! 🇮🇩✊✨
Belom lagi denger-denger ada WNI yg saat ini stay di Monterrey, Kak Niwa yg lagii koordinir berusaha isu ini bisa terpampang di New York Times Square! ☝🏻
Hats off @dodo 🫡
Thank you! 🙏🏻✨️
Pemerintah Singapura melakukan investigasi dan mendapatkan 7 perusahaan Indonesia yg terlibat pembakaran hutan.
Kok bisa mereka berani buka tapi negara kita ga berani buka data? Mereka menegaskan data ini open source. Again open source.
Luar Negeri kalau ada kasus gercep ya.
SIAPA YANG HARUS BERTANGGUNGJAWAB?
Seorang pengusaha, konten kreator, trader, Gilang Margi Nugroho menganalisa sekaligus mengeluh mengenai kondisi kejatuhan ekstrem bursa saham Indonesia (IHSG) yang terjadi secara tidak wajar..
Tekanan Jual Ekstrem pada Saham Blue Chip
Momen dibilang sebagai "hari bersejarah" krn saham-saham perbankan raksasa (big caps) mengalami tekanan jual luar biasa besar:
- Antrean jual (offer) saham Bank BCA tertahan/menumpuk hingga 2,4 juta lot.
- Saham Bank BRI juga mengalami antrean jual masif hingga mendekati 1 juta lot.
- Kondisi ini menunjukkan saham-saham penggerak utama IHSG diguyur aksi jual hebat tanpa adanya daya beli yang mampu menampung (no bid support).
Arus Keluar Dana Asing (Foreign Outflow)
Dia sempat mencoba melakukan pembelian alias nyerok saat harga turun, tetapi akhirnya menjualnya kembali (cut loss/exit). Hal ini karena kekuatan beli (buying power) investor domestik/ritel tidak mampu membendung derasnya aliran dana dan barang yang dilepas oleh investor asing (foreign investors).
ONGOING: Satellite data reveals widespread carbon monoxide (CO) pollution from intense seasonal wildfires across Indonesia, spreading toward Malaysia and Singapore.(16, 10, 2026)