Ya ampun ini sedih banget.
Pierre Gasly finis P3.
Dia tidak tahu kalau punya simpanan penalti yang membuatnya turun ke P7.
Dia terdiam cukup lama saat ditanya perasaannya setelah finis GP Monako...
Pak Jonan dulu waktu Dirut KAI selalu bilang: ‘Jangan bikin regulasi dari atas meja AC doang. Turun ke lapangan, rasakan sendiri bagaimana kondisi sebenarnya.’
Sekarang lihat statement ini: ‘Laki-laki taruh di depan & belakang, perempuan di tengah’ pasca tabrakan KA.
Solusi dadakan yg terdengar ‘peduli’, tapi justru absurd. Nyawa laki-laki & perempuan sama berharganya. Kalau gerbong perempuan memang biasanya lebih sepi, malah gerbong depan-belakang yg padat bakal jadi tumbal lebih besar.
Ini klasik contoh kebijakan tergopoh-gopoh tanpa riset mendalam & tanpa empati lapangan.
Kalau pejabat negara masih suka bikin statement seperti ini tanpa turun langsung ngerasain operasional harian, ya hasilnya akan terus begini: solusi yg malah bikin publik geleng-geleng kepala.
Leadership Jonan dulu sukses karena beda: merasakan dulu baru mengatur. Bukan sebaliknya.
Keren banget intel warga.
Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47.
Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52.
Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya.
Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30.
Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung.
Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal.
Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman.
Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ.
When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot.
Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH
ini kronologinya gini kah?
1. salah taxi (bikin kereta berenti)
2. salah KAI (error terkait traffic signs)
KARENA HAL SEPELE TAPI NYAWA ORANG TARUHANNYA!!!!
kalo udh urusan nyawa orang banyaK zero tolerance sih!!
Gelombang I PHK masal guru untuk status ASN PPPK, dan Honorer terjadi sejak Desember 2025, hingga Maret 2026.
Gelombang II, Januari 2026 - sekarang, mereka yang sudah menjadi guru PPPK PW dan guru Honorer belum digaji berbulan-bulan, diantaranya:
- Jawa Barat
-Kota Serang
-Silahkan tambahkan di kolom komentar....
🇮🇩🇺🇸🇨🇳 The Iran war is teaching Indonesia a lesson, and the implications could reshape Asian trade forever...
Indonesia's Finance Minister just floated the idea of imposing a toll on ships transiting the Strait of Malacca, explicitly citing Iran's Hormuz strategy as the inspiration:
"If we split it three ways between Indonesia, Malaysia, and Singapore, it could be quite substantial. Our stretch is the largest and the longest."
The Malacca Strait is the most important chokepoint in the world for East Asia.
Middle Eastern oil reaches China, Japan, and South Korea through it.
Global supply chains depend on it.
And China gets 80% of its energy imports through this waterway.
Singapore and Malaysia immediately rejected the idea.
But the genie is out of the bottle.
Iran demonstrated that a single country with coastal missiles and small boats can hold global shipping hostage.
Every nation bordering a chokepoint is now doing the math on whether they could do the same thing.
The strategic picture is clearer than most people realize.
The U.S. signed a cooperation deal with Indonesia during the Iran war.
American military cooperation in the region is expanding.
The first island chain of Japan, Taiwan, and the Philippines gives Washington the tools to restrict Chinese access to the Malacca Strait if needed.
Control the chokepoints and you control who gets what resources.
That's the logic Trump is operating on, and Indonesia is watching carefully.
China's dependence on foreign energy through narrow waterways is its greatest strategic vulnerability.
If tensions with the U.S. ever escalate, Washington doesn't need to attack Beijing.
It just needs to control Malacca.
And Indonesia has just publicly signaled it's open to being part of that leverage structure for the right price.
The Iran war may end up reshaping the financial architecture of every global chokepoint, from Hormuz to Malacca to Panama.
Source: CNA, Fanack
Melihat maraknya sorotan pada kasus KS setelah kasus pelecehan di FHUI, saya sadar diam bukan lagi pilihan. Saya juga korban dari pria yang saya beri kepercayaan sebagai teman selama >10 tahun hanya untuk MELECEHKAN bahkan MEMPERKOSA saya di saat saya sedang dalam kondisi sakit.
🚨🇺🇸🇮🇷BREAKING: VP Vance is heading back to DC after talks in Islamabad collapsed.
The one person Iran specifically requested as a negotiator couldn't get it done today.
Let's hope the window hasn't closed completely...
Source: @sentdefender