@caIefactio — to go in and pat their head.
"There will always be next time, Ms. Thia. I'll be looking forward to eating your cooking. Now, please do enjoy your meal."
@caIefactio How cute. He thought. The way she expresses her regret is very human-like.
Trent gave her a reassuring smile, even it was just for a mere display but the pat on the head he was giving was purely beacuse of instinct. It's the same as when we see an adorable dog, it's instinct —
@StatelessHunter — dia kembali menutup payungnya sebelum kemudian menghantamkan benda itu ke tepi leher sang gadis.
Jika bisa mengenainya, seharusnya itu dapat membuat target tidak sadarkan diri. Pukulannya memang keras, tapi tidak cukup keras untuk membunuh.
@StatelessHunter — telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu menahan tembakan dari senjata dengan berbagai kaliber peluru.
Hanya berbekal dengan refleks dan kecepatan berlari yang dia banggakan, Trent melesat ke arah belakang sang gadis melalui sisi kanannya.
Titik buta.
Kali ini —
— 𝘖𝘱𝘱𝘦𝘯𝘩𝘦𝘪𝘮𝘦𝘳 yang berkilau dengan mewah dan sombong. Di sana semua yang kau butuhkan tersaji di depan mata seperti jamuan makan malam, menjadikannya sebagai satu-satunya hal yang bisa kau pedulikan.
.
.
.
"—ʟᴏɴɢ ʟɪᴠᴇ, ᴍᴀᴅᴏɴɪᴀ."
.
.
.
@caIefactio He chuckled lightly at her response. Interacting with non-human creatures is always fun to him.
"How disappointing. I thought you specially prepared that one for me, Ms. Thia." He said with a smile before taking a sip from his cup of tea. "Never mind. I will just watch you eat."
@StatelessHunter — kediamannya diusik.
Terlalu tiba-tiba, ya? Karena dari dulu menunggu memang bukan keahliannya.
Jadi, mari kita lihat, apakah dia berhasil mendapatkan buruannya kali ini?
@StatelessHunter — biasa, benda itu terlihat seperti payung pada umumnya, namun di tangan Trent Fields, benda itu adalah senjata api dan tameng anti peluru.
Detik berikutnya, hutan dipenuhi suara tembakan yang keluar secara beruntun dan pekik burung gagak yang memburai ke langit karena —