EKSEPSI ATAU NOTA PERLAWANAN
DR TIFA
PN Jakarta Timur, Kamis 9 Juli 2026
*INDONESIA MENGGUGAT”
Dugaan Ijazah Palsu Jokowi dalam Pusaran Krisis Multidimensi Bangsa
Sidang perkara pidana Nomor 301/Pid.Sus/2026/PN JKT dengan terdakwa dr. Tifauzia Tyassuma memasuki agenda penyampaian Nota Perlawanan (Eksepsi). Tim Pembela meminta Majelis Hakim menyatakan surat dakwaan batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima ((Niet Ontvankelijke Verklaard) karena mengandung cacat formil yang mendasar.
Perkara ini pada hakikatnya bukan hanya menyangkut pribadi dr. Tifauzia Tyassuma. Perkara ini menguji apakah dalam negara hukum setiap warga negara berhak memperoleh proses peradilan yang adil (due process of law), mengetahui dasar penuntutan terhadap dirinya, dan memiliki kesempatan yang nyata untuk membela diri sebelum negara menggunakan kewenangan pidananya. Termasuk menguji apakah seorang warga negara yang menyampaikan pandangan mengenai isu yang menjadi perhatian publik tetap memperoleh perlindungan atas hak-hak hukumnya ketika negara menggunakan kewenangan pidana.
Dr. Tifauzia Tyassuma dikenal masyarakat sebagai seorang dokter, penulis, pembicara, dan intelektual publik yang selama bertahun-tahun aktif membaca, menulis, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan bangsa. Apa pun pandangan masyarakat terhadap isi pendapatnya, hak untuk memperoleh proses hukum yang adil merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi.
Tim Pembela menghormati proses hukum dan menghormati kewenangan Majelis Hakim. Justru karena menghormati hukum, kami meminta agar seluruh proses penuntutan dilaksanakan dengan standar hukum acara yang sama ketatnya sebagaimana negara menuntut kepatuhan warga negara terhadap hukum.
TPDT menegaskan bahwa Nota Perlawanan tidak memasuki pokok perkara ataupun pembuktian mengenai benar atau tidaknya tuduhan terhadap terdakwa, melainkan semata-mata menguji apakah kewenangan negara dalam melakukan penuntutan telah dijalankan sesuai prinsip due process of law sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Enam Pokok Keberatan
Dalam persidangan, TPDT menyampaikan enam keberatan utama terhadap surat dakwaan.
1. Pengadilan Negeri Jakarta Timur Dinilai Tidak Berwenang Secara Relatif
TPDT menilai Penuntut Umum tidak konsisten dalam menentukan locus delicti. Di dalam surat dakwaan disebutkan beberapa lokasi berbeda, mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Selatan hingga akhirnya perkara diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanpa penjelasan hukum yang memadai mengenai dasar penentuan kompetensi relatif tersebut.
Selain itu, dasar penggunaan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung mengenai penunjukan Pengadilan Negeri Jakarta Timur dinilai belum menjelaskan secara tegas apakah juga berlaku terhadap perkara dr. Tifauzia Tyassuma yang diajukan dalam berkas tersendiri.
2. Dasar Penuntutan Dinilai Tidak Jelas Setelah Sebagian Terlapor Mendapat SP3
TPDT mempersoalkan keberlanjutan penuntutan terhadap dr. Tifa setelah sebagian terlapor lain dalam laporan yang sama memperoleh penghentian penyidikan (SP3) menyusul pencabutan pengaduan.
TPDT menilai Penuntut Umum wajib menjelaskan mengapa perkara terhadap dr. Tifa tetap dilanjutkan apabila laporan, pelapor, dan rangkaian peristiwa yang menjadi dasar pengaduan merupakan satu kesatuan. Ketidakjelasan tersebut dinilai menyebabkan dasar penuntutan menjadi cacat secara formil.
Lanjut di komentar.
GILAA...BIADAB ‼️😡👊 Lebih parah dari kasus Taufik hidayat.
Bukan HOROR tapi BIADAB kejahatan nyata terbongkar sekeluarga di Ohio, Amerika Serikat.
Otoritas setempat berhasil menyelamatkan 16 anak, mulai dari usia 18 bulan hingga 18 tahun, yang hidup dalam kondisi sangat tidak manusiawi.
Bikin elus dada para korban dikurung selama 4 tahun di dalam sebuah ruangan sempit yang hanya berukuran 3,6 \times 3,6 meter!
Parahnya....pelaku penyekapan ekstrem ini keluarga sendiri yang terdiri orang tua, kakek-nenek mereka ditangkap dan dijerat belasan pasal atas tuduhan membahayakan anak di bawah umur.barang bukti jelas kondisi rumah sangat mengenaskan, tapi anehnya keempat pelaku kompak mengaku tidak bersalah ⁉️
Saat ini, mereka ditahan di sel pemeriksaan dengan uang jaminan fantastis, masing-masing sebesar 300.000 dolar AS atau sekitar 4,9 miliar rupiah. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap motif keji di balik penyekapan ini.
أنا طبيب أسنان، واليوم استقبلت مريضًا كانت رائحة فمه كريهة بشكل غير طبيعي، وبدون مبالغة كانت أشبه برائحة البراز الصريح..!
أثناء الفحص كانت المفاجأة الكبرى..!
اكتشفت أن مصدر المشكلة لم يكن من الفم أصلًا.
شرحت له أسهل طريقة يعتمد عليها أطباء الأسنان، وتقدر من خلالها تكتشف السبب خلال 10 ثوانٍ فقط، وتعرف كيف تتعامل معه.
وهذه هي الطريقة.. احفظها عندك: 👇
Pagii
Ngeri, miris banget dan gak habis pikir ngeliat berita ini. 16 anak di Ohio, AS, baru aja diselamatkan dr sebuah rumah yg kondisinya bener² gak manusiawi. Mrk dikurung di satu ruangan sempit ukuran 3x3m² selama hampir 4 TAHUN oleh orang tua dan kakek-neneknya sendiri. 💔
Pas polisi dateng, kondisinya bener² memprihatinkan. Rumahnya super kotor dan anak² ini (usia 18 bln sd 18 th) gak pernah dapet akses sekolah ataupun medis. Beberapadarim mrk bahkan sampe gak bisa ngomong atau komunikasi pas diselamatkan. Jaksa setempat aja sampe nyebut kasus ini sebagai "pure evil".
Sekarang 4 orang dewasa di rumah itu udah ditangkap. Mampus. Beberapa anak yg kondisinya kritis juga langsung dilarikanker RS. Kasihan banget, masa kecil mrk hrs hilang oleh kekejaman dan kejahatan ortunya sendiri.
--
Dodo Sarapan Kalah Belgia Lukaku Trump
⚠️⚠️ Please don’t scroll ⚠️⚠️
I need your urgent help, Comment with a dot or emoji.
X is still placing restrictions on my account.
The reach has dropped significantly,
Not everyone can see my tweets.
Drop a word or even if a dot to break the restriction.
THIS IS SATANIC ✡️🇮🇱
An Israeli soldier throws a stun grenade into a car carrying a Palestinian family, trapping them inside to absorb the blast.
Reports confirm one of the children inside is now permanently blinded for life.
Saya sendiri korban peradilan sesat, seminggu Jokowi berkuasa (2014) sy ditangkap, disidang dan (tidak) diadili atas 8 dakwaan berlapis gara2 mengungkap kepalsuan & korupsi Jokowi
Dituntut 8,5 thn, divonis 5 th, dibuang ke Nusakambangan, 2 th bebas
Jgn terulang pada Roy&Tifa
Dokter Tifa terkulai lemas 19 Juni 2026 pukul 23.00WIB
Foto ini diambil secara candid oleh seorang Jurnalis, momen ketika saya dipindahkan dari IGD ke Ruang Perawatan di RS POLRI Kramat Jati Jaktim.
Saya digendong anak saya, Diky dari bed IGD ke kursi roda, dan digendong Diky lagi dari kursi roda ke mobil tahanan untuk di bawa ke ruang Perawatan.
Catat ya: dibawa dari IGD ke Mobil Tahanan!
Bagaimana GERD saya tidak kambuh, jika dari jam 06.00 pagi saya digelandang ke POLDA Metro Jaya tanpa sempat sarapan,
Lalu menghadapi Ujian Disertasi dengan 12 orang Penguji Profesor dan Doktor, dengan dijaga dan dikelilingi Polisi
Setelah Ujian selesai, saya menghadapi Ujian berikutnya yaitu dipindahkan dari Unit Kamneg ke Tahanan
Yang prosesnya jauh melampaui jam makan siang
Dan dari Tahanan masuk ke sel
Sama sekali tidak sempat duduk untuk makan.
Baru sore menjelang maghrib ketika saya akan diperiksa di RS Kramat Jati, Polisi mengizinkan seorang Relawan datang ke Tahanan membawakan nasi bungkus, yang celakanya isinya nasi padang yang super pedas. Saya paksakan makan beberapa suap. Lalu berhenti karena perut tambah nyeri.
Lengkap sudah penderitaan GERD.
Untuk para pasien GERD pasti tahu seperti apa rasa serangan GERD itu.
Seperti ada pedang yang menusuk dari lambung tembus ke punggung.. Pedang satu lagi dari ulu hati tembus ke rahang, lalu pedang satu lagi dari epigastrium menembus ke dada.
Ketika menjelang tengah malam seluruh pemeriksaan lab darah, urin, rontgen, EKG dianalisis oleh Para Dokter, lalu mereka memutuskan saya harus dirawat, maka saya harus pindah dari IGD ke ruang perawatan.
Saya berusaha untuk duduk di tepi bed dan berdiri ternyata rasa nyeri luarbiasa hingga badan menggigil.
Maka anak saya minta gendong saya ke kursi roda. Sungguh tak sia-sia saya izinkan dia nge gym di FTL dan biasa angkat beban.
Ternyata ada gunanya ketika Ibunya butuh digendong.
Singkat cerita saya mendarat dengan selamat di ruang perawatan dan bisa meringkuk di ranjang perawatan sambil diinfus dan drip Lanzopracole, yang saya tunggu dari tadi untuk meredakan sakit luar biasa di lambung.
Setelah tiga malam dirawat oleh 5 Dokter Spesialis: Penyakit Dalam, Jantung, Paru, Infeksi, Gastroenterologi,. Alhamdulillah saya membaik walau baru di taraf 50% tetapi cukup kuat berdiri di hari Senin 21 Juni 2026 ketika diserahkan ke Kejaksaan.
Para Termul yang menyalak-nyalak
"Masuk Rumah Sakit di kursi roda begitu ke Kejaksaan segar bugar"
Kalau tiga malam di rawat lalu saya masih pakai kursi roda juga itu artinya saya dirawat Dokter abal-abal! Ngawur aja!
Saya dirawat di RS POLRI Kramat Jati, Mul Termul, Rumah Sakit bagus yang biasa merawat Jendral Polisi!
Dirawat 5 Dokter Spesialis, woi Termul IQ 58.
Ya tentu saja saya sembuh dengan cepat.
Terimakasih kepada Dr Mya, Dr Huda, Dr Donna, Dr Toto, Dr Haris, dan segenap Tenaga Kesehatan RS POLRI Kramat Jati. Anda semua profesional dan excellent!
@KiEdySularno Bukan malah loe yg bikin gaduh dgn narasi yg menyesatkan 😂😂
Dah jelas Mulyono juara corrupt versi occrp dan perusak konstitusi
Dua orang sebelumnya dipenjara karena tanya ijazah si jokok.