WHO (Wajib Halal Oktober) 2026 sering disebut tahap II. Kini wajib sertifikasi halal juga pada obat2-an, rekayasa genetic dan bahan gunaan dari impor dan UMKM.
.
https://t.co/jrmCGpgwAV
Corruptor fight back adalah ketika institusi yang berwenang menghitung kerugian keuangan negara baru mau ngaudit jika perbuatan melawan hukum (Ps. 2)/penyalahgunaan kewenangan (Ps. 3) UU anti korupsi sudah terbukti padahal pasca Putusan MK tahun 2016 Ps. 2 & 3 itu delik materil.
Seorang siswa SMA, Asdar (17), viral setelah menggendong adiknya yang masih kelas 1 SD dan menggandeng sepupunya menyeberangi sungai banjir di Nias Selatan.
Mereka sempat menunggu dua jam hingga air surut, sebelum menyeberangi sungai sepanjang lebih dari 50 meter dengan ketinggian air hingga 1 meter.
Setiap hari, Asdar berjalan kaki 6,5 kilometer menuju sekolah. Setelah videonya viral, Babinsa TNI turun mengecek akses yang dilalui Asdar dan warga.
Penulis: Rahmat Utomo, Ihsanuddin
Kreatif: Putri Aulia
Produser: Elizabeth Ayudya
#NiasSelatan #Pendidikan #Read
Skor IQ bisa berbeda jauh antar individu — bahkan di antara orang-orang pintar sekalipun.
WW IQ Test mengukur tingkat kecerdasan IQ-mu menggunakan metode yang telah terbukti secara ilmiah.
Ikuti tesnya sekarang dan lihat di mana posisimu yang sebenarnya.
GUS-nya PARA GUS
Menyambut Gus Kautsar di Padhang Bulan Fest
Ada fenomena Gus-gusan yang meresahkan. Tapi Gus-Gus sejati seperti Gus Baha' dan suami dari 'Eyang putri-nya' Gus Baha' ini (Ning Jazil), melegakan kita dengan ilmu, nasehat, dan kesahajaan mereka.
Kita memang tak patut menganggap seorang manusiapun di zaman ini suci di hadapan Allah. Tapi dengan keluasan ilmu, mahfuzhat 'ibarat, kebernasan fahaman, keadilan timbangan, dan pengertian yang mendalam akan fiqih dakwah dan keadaan ummat, Gus Kautsar telah membawa kecerahan bagi ummat.
Luwes karena manthiq yang kokoh dan santun karena balaghah yang mantab khas fuqaha' Syafi'iyyah, faham perbandingan madzhab dan amat mengetahui variasi aqwal para 'ulama, ketat pada diri tapi membawa keluasan bagi ummat. Bertabur berbagai 'ibarat dari kitab-kitab turats penuh hikmah di setiap nasehatnya. Bersama Gus Kautsar, fiqih kembali pada ashalahnya, "Sesungguhnya Allah menghendaki kemudahan bagimu dan bukan menginginkan kesukaran untukmu", dan "Allah tidak menjadikan kesempitan di dalam agama." Bersama Gus Kautsar pula, kitab Ihya' 'Ulumiddin terasa begitu relevan dengan keseharian dan kekinian, menegur dan menyindir telak kebebalan diri.
Bagi yang dekat, hadirilah majelisnya. Bagi yang jauh, carilah majelis serupa. Sungguh tiap langkah ke sana dihitung memudahkan jalan ke surga. Betapapun kini kita dimudahkan oleh internet dan media sosial untuk menggapai ilmu, berkah tapak-tapak jalan ke pengajian itu tak tergantikan. Berkah ilmu kian langka. Hingga kadang di bawah video indah berisi ilmu manfaat seorang ustadz, berjajar serapah para pro dan kontra.
Dan di majelis-majelis semacam asuhan beliau, ada yang lebih bernilai dari ilmu. “Sebab pada guru yang sebenar berilmu”, begitu ditulis Ibn ‘Athaillah, “Kan kau reguk adab yang tak disediakan oleh buku-buku.”
“Kita lebih berhajat pada sedikit adab”, ujar Imam ‘Abdullah ibn Al Mubarak, “Daripada berbanyak pengetahuan.” Demikianlah di kala lain beliau menyatakan bahwa dirinya memerlukan waktu 30 tahun untuk belajar adab, ditambah 20 tahun untuk belajar ilmu. “Adapun ilmu yang kuhimpun dari seluruh penjuru raya selama dua dasawarsa”, simpulnya, “Sama sekali tak bernilai tanpa Adab yang kulatih sebelumnya.”
.
"Hampir-hampir Adab itu", tegas beliau, "Adalah dua pertiga agama."
Setelah Ojol, kini Muhammadiyah memiliki marketplace Jagalaba
https://t.co/D5P9aUdGPr yang diprakarasi oleh SUMU ini menghadirkan marketplace kerakyatan yang pro- UMKM dan band lokal.
Kamis malam lalu saya berbagi pemikiran mengenai pentingnya keseimbangan imtaq dan iptek bagi kemajuan di ceramah tarawih Masjid Salman ITB.
Salah satu hal penting untuk menumbuhkan keunggulan iptek umat Islam adalah dengan kebebasan berpendapat dan toleransi, sebagaimana masa kejayaan ilmuwan muslim di masa Abbasiyah dulu.
Kesempatan tersebut juga membuat saya teringat kembali masa tahun 90-an ketika menginisiasi pengajian di Amerika Serikat bersama salah satu pendiri Masjid Salman, (alm) Bang Imaduddin Abdurrahim.
Bersama Pak Ismet Wibowo. Cucu Ir. Djuanda. Kami menonton film Djuanda; pahlawan nasional, kader Muhammadiyah yang berhasil memperjuangkan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Negara itu PANTANG berbisnis dengan rakyatnya. Negara itu hanya berfungsi sebagai fasilitator dan regulator saja.
Negara ini bukan saja berbisnis dengan rakyatnya. Negara ini nyata-nyata memanipulasi rakyatnya.
5. Menteri memutuskan honor utk dirinya sendiri sebesar 50 juta sebagai penanggung jawab/pengarah dalam tim yg kementerian.
6. Seriously bro, jumlah orang partai lo kebanyakan dalam satu tim ini. Gak ada yg pakar di bidang ini pula.
Bukan cuma gak tahu malu, tapi merusak!