Kalau ngerasa tradingmu gak profit, coba ikutin setup bro ini. WR tinggi 👌
Gak kepikiran sebelumnya, andai tau lebih awal mungkin sekarang udah milyarder
STICK TO THE PLAN
Banyak orang yang bilang gitu dalam trading
Tapi definisi plan sendiri tu apa?
Gak banyak orang mau menjelaskan itu
Mulai dari karena gak punya plan
Atau karena sok-sok an mau dijual di grup berbayarnya
Makanya di video ini saya kasih cara membuat trading plan
Termasuk TEMPLATENYA
Tinggal tonton aja videonya
File template trading plannya saya share di komen ya
"Pertamax naik ga ngaruh juga kali.. kehidupan kita, orang itu BBM nya orang kaya"
Teruntuk kamu yg punya opini seperti ini, silakan baca sampai habis ya.
✅ Efek Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter ke Seluruh Lapisan Masyarakat
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 (kenaikan ±Rp3.950 atau sekitar 32%).
Ini BBM non-subsidi yang biasa dipakai kendaraan menengah ke atas (mobil keluarga, motor injeksi modern, dll). Berikut simulasi dampaknya secara bertahap dan mendalam.
1. Dampak Langsung (Hari 1–7)
- Pemilik Kendaraan Pribadi (Mobil & Motor yang Pakai Pertamax):
Biaya operasional naik signifikan.
Contoh: Mobil yang habis 10 liter/hari (commuter Jakarta) → tambahan ±Rp39.500/hari atau Rp1,1 juta/bulan. Motor yang pakai Pertamax (beberapa matic premium) juga terasa.
Kalangan menengah atas (golongan ini paling banyak pakai) langsung merasakan “dompet lebih tipis”.
- Ojek Online & Transportasi Online:
Banyak driver yang pakai Pertamax untuk kendaraan lebih irit dan bersih. Mereka harus naikkan order minimum atau kurangi jam operasional. Penumpang akhirnya bayar lebih mahal (jika tarif disesuaikan).
2. Dampak ke Transportasi & Logistik (Minggu 1–4)
- Tarif angkutan umum, travel, truk logistik, dan ojol cenderung naik bertahap (meski Pertalite & Solar subsidi belum naik).
- Biaya distribusi barang naik → harga sembako, makanan, dan barang konsumsi di pasar tradisional/modern mulai merayap naik.
- Contoh: Sayur-mayur dari pasar induk ke retail → ongkos angkut naik → harga eceran naik 5-15% dalam 1-2 bulan.
3. Dampak ke Lapisan Masyarakat
Lapisan Bawah (Miskin & Rentan)✅
Meski tidak langsung pakai Pertamax, efek rantai pasok membuat harga kebutuhan pokok naik. Daya beli turun, pengeluaran untuk makan & transportasi harian membengkak. Banyak yang beralih ke Pertalite (bisa picu antrean & kelangkaan jika permintaan melonjak). Risiko inflasi menekan kelompok ini paling keras.
Lapisan Menengah Bawah (Pekerja Harian, UMKM, Karyawan Swasta)✅
- UMKM & pedagang kecil: Biaya kirim barang & operasional naik → margin keuntungan tipis atau naikkan harga jual.
- Karyawan yang commuting pakai mobil/motor: Harus potong pengeluaran lain (hiburan, tabungan, pendidikan anak).
- Banyak yang pindah ke transportasi umum atau kerja dari rumah (jika memungkinkan).
Lapisan Menengah Atas & Profesional✅
- Paling terdampak langsung karena konsumsi Pertamax tinggi (mobil pribadi, keluarga).
- Bisa mengurangi perjalanan non-esensial, liburan, atau belanja impulsif.
- Tapi mereka lebih resilient (bisa pakai kartu kredit, tabungan, atau investasi untuk buffer).
Lapisan Atas / Bisnis Besar✅
- Perusahaan logistik & manufaktur yang pakai campuran BBM: Biaya produksi naik.
- Bisa menaikkan harga produk atau efisiensi (PHK ringan atau kurangi shift).
- Investor asing & pasar saham mungkin bereaksi negatif jangka pendek (IHSG fluktuatif).
Lowkey… platforms like this don’t stay easy forever.
GIMI is still early, and it actually rewards creators for being consistent.
If you’re already making content, might as well test it now.
https://t.co/OSR7IJviv9
If people aren’t watching your videos till the end…
it might be your subtitles.
VEED’s Dynamic Subtitles (Backdrop) highlight key words behind you — so viewers stay focused even without sound.
Simple change.
Big impact on reach and watch time.
Everyone reacts.
Few people create.
Tried using GIMI and it actually makes turning simple assets into content way faster than I expected.
Not perfect—but definitely useful if you’re posting consistently.
#ad
Generate realistic AI talking videos in seconds with VEED Fabric 1.0 API now available on Fal.
• Up to 5-minute videos
• Faster generation vs other models
• Hyper-realistic movement & expressions
Try it here: https://t.co/G15OleX762
Build ads & more — faster than ever.
Selain Fundamental & Technical, banyak pendekatan lain yang dipakai fund secara global, diantaranya:
1. Quantitative/Factor-Based Investing.
Investasi berbasis systematic rules, no human judgment.
Eksploitasi faktor2 statistik yang terbukti menghasilkan excess return: size, value, momentum, quality, etc.
All decisions are based on a model.
Fund: Renaissance Technologies, Two Sigma, AQR Capital, D.E. Shaw.
2. Global Macro.
Pakai pendekatan top-down.
Baca siklus ekonomi global.
Soros pakai ini untuk short Pound Sterling 1992, profit $1 miliar dalam satu hari.
Fund: Soros Fund Management, Bridgewater (Ray Dalio), Duquesne (Druckenmiller).
3. Event-Driven.
Eksploitasi corporate actions/events: Merger, akuisisi, bankruptcy, spin-off, etc.
Paulson & Co. pakai strategi ini untuk short subprime 2007, profit $15 miliar.
Fund: Elliott Management, Paulson & Co, Pershing Square, Third Point.
4. CTA / Trend Following
Murni follow momentum harga lintas semua asset class: komoditas, FX, rates, equity index.
Zero fundamental view.
Pure based on price action, tapi systematic.
Fund: Man AHL, Winton Group, Campbell & Company, Millburn.
5. Relative Value / StatArb.
Eksploitasi mispricing antara dua aset yang historically seharusnya bergerak bersama.
Profit dari spread, bukan dari market direction.
LTCM pakai ini, collapsed di 1998 karena overleveraged.
Fund: Citadel, PDT Partners, D.E. Shaw.
Penting untuk diingat kalau batas2 antara pendekatan2 di atas sebenarnya ngga saklek 100% mutually exclusive.
In real world investing, garisnya sering kali blur:
• Multi-Strategy Funds: Nama2 besar seperti Citadel atau D.E. Shaw itu sebenarnya multi-strategy.
Di satu lantai mereka main Quantitative, di lantai lain mereka main Relative Value atau Macro.
• Quant-amental: Sekarang banyak fund Fundamental yang mulai pakai Quantitative tools buat nyaring data, dan sebaliknya, tim Quant mulai masukin variabel fundamental ke model mereka.
• Macro meets Event-Driven: Macro trader mungkin melihat kebijakan suku bunga (Macro), tapi eksekusinya bisa lewat instrumen yang sifatnya Relative Value untuk memitigasi risiko.
dan lain sebagainya.
Pengkotakan ini dibuat supaya kita lebih gampang memahami "DNA" utama sebuah strategi.
Whatever works, as long as it makes money!