⚠️ Always do your research
⚠️ Not financial advices
⚠️ Bukan orang yang tiap detik mantengin market
✅ Ga niat buka grup premium atau gratisan
✅ Berniat cari kawan yang punya ketertarikan sama di investing
✅ Niatnya jaga ilmu yang pernah didapat circa 2020-2021 waktu kuliah
🚨FIX RESMI NEXT WEEK
JEPANG NAIKKAN RATE KE 1%, BURSA EM SIAP-SIAP KENA TSUNAMI LIKUIDITAS, APAKAH IHSG KENA DAMPAK?
Jadi Reuters baru aja rilis data kalau Bank of Japan (BOJ) fiks bakal menaikkan suku bunga ke tingkat tertinggi dalam 31 tahun terakhir (ke level 1%) pada rapat minggu depan. Siap-siap efek domino Unwinding Yen Carry Trade bakal langsung ngehantam bursa Emerging Markets, termasuk IHSG
Biar lu gak bingung kenapa sentimen ini brutal banget, kuncinya ada di hitungan matematika Yen Carry Trade. Selama ini, para raksasa fund global hobi ngutang duit murah dalam bentuk Yen di Jepang, lalu dituker ke USD buat dibelanjain saham blue chip di Indonesia.
Nah, begitu BOJ menaikkan rate dan mata uang Yen menguat tajam, posisi utang mereka otomatis boncos gede akibat selisih kurs. Analoginya simpelnya gini
Dulu (Kurs 1 USD = 150 Yen)
Buat bayar utang 150 juta Yen, mereka cuma butuh 1 juta USD.
Sekarang (Yen menguat ke 1 USD = 130 Yen)
Utang mereka di Jepang tetep 150 juta Yen. Tapi karena Yen makin mahal, sekarang mereka butuh Dollar lebih banyak, yaitu 1,15 juta USD
Belum ngapa-ngapain, utang mereka udah membengkak $150 ribu (~15%) cuma gara-gara kurs Yen terbang
Biar gak makin diperas sama penguatan Yen, mau gak mau para fund global ini harus buru-buru jualan aset dan serap likuiditas di mari buat bayar utang mereka ke Jepang sebelum terlambat.
Jadi kalau minggu depan liat saham-saham tiba-tiba didistribusi masif, kemungkinan pasar kita lagi kena imbas likuidasi global akibat kebijakan BOJ
Using 🌟Claude Code 🌟 for the first time
Pic 1 & 2: successfully connect TV and Claude Code for the first time
Pic 3: successfully re-connect TV and Claude Code after shutting down my PC
So whats next 😵😵
Hati2 guys..
Ketika orang mau cairin investasinya tapi di delay, kita harus tau itu tanda apa.
Banyak orang yg ga berani bertindak karena belom pasti.
Ketika udah pasti, udah terlambat.
Teriak2 atau menyesal tidak ada gunanya.
*Post ini ga exactly untuk 2 bonds dibawah tapi hanya ingetin ciri2 yg biasa ada jadi trouble.
Sama seperti penyakit, biasanya ada stage-stage nya dan ada sympton2 di setiap stage nya. Banyak yg meremehkan gejala stage awal yg mirip seperti flu, masuk angin, panas dalem, dsb.
Nyok, I'll Start
15 ++ Years Finance Karir belon pernah liat Tail se Tail Tail nya Event kaya gini
So i will put 20 Years into Context:
TLKM's LTM shareholder yield stands at 9.91% Plus Buyback jadi Dobel Digit Yield. A -6.91σ move in a high-yield, cash-generative SOE doesnt just happen without Extraordinaire Trigger.
Today is a once in 20 year event empirically it is the single worst day in TLKM's entire listed history on this dataset, exceeding the GFC peak by 4.6 percentage points.
Fat tails real and material. Excess kurtosis of +2.90 confirms TLKM's return distribution has significantly fatter tails than a normal distribution. Even so, today -14.49% sits beyond empirical 99.9th percentile (-9.08%) Outlier diantara Outlier.
Dan triggernya apa Bos ?
Stupidity Infinity
Indonesia has expanded the central bank’s objectives to include the expansion of the “real sector,” further broadening its mandate beyond currency stability and economic growth https://t.co/ifc128XKUx
🇮🇩 Rupiah depreciated back to 17,700/USD despite a “bazooka” interest rate hike of 50bps this week.
Our thesis remains intact.
A monetary move is insufficient (or somewhat irrelevant) because the main catalyst to outflows is the lack of fiscal credibility and distrust to policy direction.
Fun fact: The combined net foreign inflows from Indonesian equity (IHSG) and bond markets (SRBI + SBN) reached IDR 25 trillion this year, suggesting that most of the capital flight come from domestic.
Will they care about an interest rate increase? Unlikely
No wonder aja sih, sebetulnya uang beredar baik dalam bentuk kredit, penyertaan langsung maupun bentuk lainnya di masyarakat terbatas
Lebih gampang penempatan dalam bentuk SBN, SRBI dan komponen lainnya yang tinggal ongkang ongkang kaki dapet duit
Again: this is my own opinion
Di luar konteks kasus tersebut
Menurut gw sih ngerinya terletak pada jabatan di BUMN dan segala anaknya (termasuk BUMD)
“Kerugian negara” itu absurd dan luas banget. Kalau emang terbukti ada aliran dana masuk ke kantong pribadi manajemen, yaudah lah ya
Nicko Widjaja (Founding CEO BRI Ventures) baru saja dituntut 11 tahun penjara + denda Rp1 miliar karena menyetujui investasi US$5 juta (~Rp73 miliar) ke startup agritech TaniHub.
Dia dianggap merugikan negara karena startup Tanihub yg diinvest gagal.
Ngeri banget ya? Di dunia VC, risiko itu bagian dari pekerjaan. Ada yang 10x, ada yang gagal total. Itu hukum alam inovasi.
Kalau setiap keputusan investasi yang rugi dianggap “merugikan negara” dan dipenjarakan, siapa lagi yang berani ambil risiko?
Menurut kalian vonisnya fair atau ini termasuk kriminalisasi?
Kalau memang sesuai ketentuan pemerintah, regulator dan internal, ya berarti emang faktor risiko bisnis
Emang sih ada beberapa kasus “kerugian negara” yang pada ujungnya divonis bebas
(Re: eks Direksi BUMD yang sempat masuk pada kasus tekstil yang pabriknya di Jawa Tengah)
mohon izin, saya coba jadikan poster sederhana agar lebih mudah dibaca di ipad for kids 🙏
mudah-mudahan dibaca juga oleh pak prabowo, biar lebih paham apa dampak kenaikan kurs dolar terhadap masyarakat desa.
nb: sudah disertai solusi juga.
So far untuk mengotomasi update data yang diambil dari beberapa template .xlsx works sih
Baru keeksekusi untuk 1 output .xlsx, masih ada 1 lagi tapi (lagi-lagi) kepentok limit
Hari hari limit session kena hit, padahal baru 2 .xlsx aja. Belum juga ngasih inputan agar penyesuaian sesuai kemauan
Cuma diminta buat dashboard aja haha 😵💫
@kr39__ Waduh ada sepuuuhhh, 2 file .xlsx kalo kegedean sih kayanya kaga ya kang.
Kayanya sih gara-gara promptnya terlalu raw, jadi belum ada bayangan
Eh ya ga sih kang?