Dulu jaman SBY, tiap ada bencana, dia pidato, "Saya prihatin."
Sampai jadi meme, ada juga yang bikin website dengan tombol, kalau dipencet ada rekaman SBY bilang, "Saya prihatin."
Itu menyindir karena yang dilakukan adalah bare minimum doang. Mengucapkan prihatin tanda simpati.
Sekarang?
Ada banyak orang keracunan bahkan kehilangan nyawa.
Gak bilang apa-apa. Nothing, none.
Bare minimum aja enggak.
Bahkan kita jadi merindukan, "Pertama-tama, saya prihatin."
LG batal investasi 130 trilyun di proyek baterai nikel RI
sangat disayangkan karena negara kita sumber terbesar nikel dan integrasi bisnis hulu ke hilir akan memberikan nilai tambah maximal dan banyak menyerap tenaga kerja
@scoresheesh_ OOT tanpa mengarah SARA, ane akui kultur dan kepribadian sebagian besar orang korsel memang keras kepala dan ngga bisa diajak diskusi jika posisinya sudah sekelas "bos" dalam 1 tim. Berdasar pengalaman bbrapa kali bekerja dg orang korsel, sifat sikapnya memang mirip2.