foto PAK DADAN di mana-mana, terlihat menyedihkan. tapi ironinya, sebetulnya dia gak senaas itu.
sejak dulu sering bilang, hukuman terberat untuk koruptor itu hanya pada saat ditangkap dan jadi berita.
jadi samsak hujatan seindonesia raya, tapi bentar doang.
setelah vonis pengadilan, apapun hukumannya, hidupnya akan kembali enak.
masih bisa menjalani hidup nyaman di lapas, keluarganya tetap bergelimang harta, tau-tau sudah keluar penjara menikmati hasil jarahan yang "telah diamankan" 😄
kelak status residivis koruptor gak akan membuatnya dikucilkan, tetap dihormati lingkungannya karena masih dianggap golongan elit, punya pengaruh, banyak uang, dan banyak teman sesama elit.
masyarakat pun bisa mudah lupa.
bahkan, gak sedikit mantan koruptor bisa kembali menjadi pejabat publik. contohnya ada yang menang pileg dan sekarang jadi wakil ketua komisi VI DPR, ada pula yang dapat jabatan jadi ketua tim pakar danantara.
realitanya memang gak pernah ada sanksi hukum yang tegas dan bisa bikin jera, membuat negara kita selalu jadi surganya para koruptor.
sudah jadi rumus alam, sebuah tempat bisa jamuran karena lingkungan memberi ruang dan segala hal yang dibutuhkannya untuk hidup. :)
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana keluar dari Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Rabu (3/6), dengan mengenakan rompi tahanan kejaksaan berwarna merah muda atau pink.
Dadan keluar Gedung Kejagung sekitar pukul 17.10 WIB. Dia tertunduk lesu dan langsung masuk mobil tahanan. Ia mengabaikan permintaan wawancara sejumlah wartawan.
Dadan dibawa Kejagung setelah pada pagi hari tadi, aparat kejaksaan melakukan penggeledahan di Gedung BGN, Jakarta, terkait dugaan korupsi.
Baca informasi selengkapnya di https://t.co/wP16vn5KQq.
(📸 CNN Indonesia
#cnnindonesia #cnnindonesiacom #kejaksaanagung
Padahal kalo semuanya pada taat aturan perlintasan kereta, hanya bakal keluar Rp.0 aja.
Bukti kalo ketaatan itu mahal banget harganya. Pendidikan emang harus jadi prioritas nomor 1!
Polisi sedang mempertontonkan “semua bisa diselesaikan dengan uang”
hukuman untuk pelaku yang sudah merendahkan martabat, melukai tubuh dan mempermalukan pak Sudrajat, jadi tidak berlaku karna udah “minta maaf dan bayar”.
mengerikan.
Tidak meng-counter lelucon Pandji sama sekali. Justru makin menguatkan bahwa:
Wapres kita Gibran.
Sampai kapanpun Gibran akan tetap mengGibran. Ya begini ini.
Pendukungnya aja yang ngotot berpikir bahwa Gibran itu lebih dari Gibran.
Jangan.
Kasian.
Saya males solat jamaah di masjid kalau imamnya baca surat setelah Al-Fatihah, malah surat panjang banget dan bacaannya terkesan dipanjangin atau dimerduin
Di belakang sana ada jamaah yg nahan berak, ada kepentingan lain, anaknya nangis rewel, bahkan lagi berhadapan sama kondisi darurat.
Solat berjamaah bukan lomba murrotal.
Lagipula, bacaan setelah Al-Fatihah gak wajib dan baca 3 ayat (misal Al-Kautsar) aja udah sah.
Beda mungkin sama kalo solat sendiri, tahajud, atau special occasion mungkin