di balik senyum anak pertama, ada tangis yang ditahan. diajar untuk kuat, diminta mengalah, dan selalu dituntut paham… bahkan saat hatinya sendiri belum sempat dimengerti.
anak pertama perempuan said:
“pada akhirnya aku sadar, bahwa aku ga pernah diberi waktu untuk membela diriku sendiri, semua menjadi salahku, dan aku dipaksa diam, mengerti, memahami, dan menerima semunya”.