#PanggilanDarurat
Mengajak rekan-rekan semua untuk menaikan tagar #DaruratKekerasanAparat dan #PanggilanDarurat pada hari ini di semua platform media sosial personal/lembaga/komunitas. Kita mulai dari pukul 10.00 sampai polisi memperbaiki diri.
Kekerasan aparat keamanan selalu berulang dan mereka tidak pernah berbebah. Kita perlu lebih banyak lagi bersuara untuk Indonesia yang lebih aman dan bebas kekerasan.
Hidup Rakyat!
#Thread
STRATEGI CERDAS UNTUK INDONESIA EMAS
Sembilan tahun dipimpin oleh Pak Jokowi ternyata rakyat nusantara belum juga mampu membaca setiap gerakan cantik yang dibuatnya. Grand strateginya membawa Indonesia emas tahun 2045 dengan menyiapkan infrastruktur yg baik agar mampu memanfaatkan bonus demografi tentunya bisa dirasakan.
Tetapi taktiknya yang nyaris tak terbaca, sama seperti kita masyarakat awan disuruh baca morse jaman pramuka, hanya bisa menduga lalu berhalusinasi membangun cerita seakan lebih tahu dari apa yg dipikirkan seorang Jokowi.
Bahkan kawan dan lawan politiknya serta para pengamatpun dipecundangi tanpa mempermalukan mereka yang memang sudah kehilangan rasa malunya. Hannya sepak terjangnya menghabisi lawannya begitu nyata. Seperti politisi senior PDIP Panda Nababan katakan kalau suharto menghabisi lawannya melalui tangan beberapa jendral sehingga sering para jendral tersebut berebut posisi agar dianggap paling dekat dengan Soeharto, tetapi Jokowi tdk perlu orang lain menyingkirkannya. Dia lakukan sendiri - ya sendiri.
Mungkin kita sudah mulai lupa bagaimana Jokowi meniadakan kehadiran Sang Wapres periode pertama dengan membuang orang - orang disekitarnya sebut saja Sudirman Said, Anis Baswedan. Lalu mengirin Setia Novanto ke hotel Prodeo disaat menjadi Ketua DPR, membuang kerewelan Rizal Ramli dari kabinet, mencopot Gatot Nurmantyo dari panglima hingga tenggelam sampai sejarang, menghabisi mafia minyak dg membubarkan Petral, memberangus HTI, FPI dan kelompok radikal lainnya, bahkan yang lebih dahsyat lagi merebut kembali kekayaan tanah air kita dari tangan asing : Freeport, Blok Mahakam, New Mont Nusatenggara. Jokowi bukanlah presiden hanya mampu omong doang, dia mampu menghadapi tekanan China, Eropa dan AS juga lembaga seperti WTO dan IMF.
Namun sebelum berhadapan, dia siapkan dulu infra dan supra strukturnya. Ketika dia bangun pangkalan militer di Natuna, membangun bandara di Mianggas dan Anambas, membangun jalan di papua, memperbaiki seluruh pintu masuk perbatasan menjadi lebih bagus dari negeri tetangga, banyak orang mempertanyakan. Untuk apa bangun bandara di Mianggas dan Anambas, bahkan kawan politiknya mentertawakan dengan sombong, dia lupa kalau Jokowi sedang menyiapkan infrastruktur agar kalau benar terjadi perang terbuka antara China dan AS, Indonesia tidak mati jadi pelanduk ditengah - tengahnya. Bila diperlukan kedua bandara tersebut dapat difungsikan seperti kapal induk menjaga wilayah Indonesia di utara dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Makassar, dan Mianggas mengeliminir serangan dari selatan dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Madiun.
Daripada membeli kapal induk bekas yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, seperti kesalahan yang dilakukan Thailand dan India punya kapal induk tetapi tidak mampu mengoperasikan secara maksimal.
Lalu untuk apa jalan jalan di Papua membelah hutan belantara, memudahkan mobilitas alutsista kita menyekat pergerakan KKB yang dapat bantuan dari berbagai negara. Ciamik bukan, makanya AS gigit jari. Apalagi Papua di pecah-pecah lagi menjadi sekian provinsi, ini akan melemahkan KKB. Apakah itu sudah cukup, belum. Suara nyinyir dari negara negara seupil hidung di pasifik dirangkul dan dielus oleh Jokowi, mereka didatangi di undang dalam konfrensi negara kepulauan, apa yang bisa kita lihat, eh dua negara yg dulu vokal menyuarakan kemerdekaan Papua Barat kini malah memuji Indonesia di PBB, ingat apa yang diucapkan Solomon dan Timor Leste dalam sidang PBB lalu?. Kini tinggal tunggu suara Vanuatu, Fiji dan negara sebesar biji gandum lainnya. Jokowi kok dilawan.
1/3
Ke Jakarta karena ingin menunjukkan LOYALITASNYA kepada RAKYAT Indonesia dan partai dan mentor yang membesarkannya
Atau, ingin BERKHIANAT lalu menjadi BONEKA PEMUJA BOHIR
Pilihan terakhir begitu MENGGIURKAN, karena akan jadi KARPET MERAH utk kontestasi
Gibran juga manusia, yang selalu memiliki AMBISI
Taruhannya BERAT. Menjaga nama baik Jokowi, atau MERUSAK wajah Jokowi
Sejarah akan MEMBUKTIKAN
@solehsolihun penyembah vindes udh kek buzzer lama2, dua orang itu gaboleh dibecandain sedikit heran. se keren apa si mereka? kok bisa lu pada se fanatik buta gt?
#Terpopuler Narapidana pengendali penyelundupan narkoba sebesar 92 kg sabu, Muhammad Sulton, divonis bebas oleh PN Tanjungkarang. Padahal, Sulton dituntut mati. https://t.co/nOg3bqCqBH
Politik identitas adalah hal yg sulit utk dimaafkan, karena danpaknya setelah itu sangat kuat dan banyak terjadinya fitnah bertebaran dimana2, ketersinggungan sosial, suku dan agama