@BachtiarWidji@tanyarlfes ππππ alhamdulillah, puji syukur banget. Terima kasih banyak, Kak. Segala sesuatu insyaallah bisa diperjuangkan & terwujud dengan kehendak Tuhan YME..
@tanyarlfes Mau ikut cerita. Waktu itu kami jg mungkin mengalami hal yg mirip. Saat cek kandungan dokter memvonis janinnya sudah tidak berkembang, air ketuban habis. Kata dokter sudah ga ada harapan, tinggal nunggu janinnya meninggal baru diangkat. Malam itu, kami masih dalam rawat jalan.
@tanyarlfes 40 hari dia harus tinggal di NICU. Tiap hari kami sapa dia, ajak ngobrol dia.. dan benar saja. Hal ini sangat2 berpengaruh terhadap perkembangan bayi. Beberapa bayi yg tidak cukup sering dikunjungi dan diajak ngobrol sama orang tuanya akhirnya tidak bisa ikut pulang orang tuanya
@tanyarlfes Alhamdulillah.. janin itu pun lahir dan nangis kencang, meskipun ukurannya cuma se botol air mineral ukuran tanggung dan berat dibawah 1 kg.
@tanyarlfes 2 bulan kemudian saat kami cek kembali Dr Bowo bilang klo harus dikeluarkan karena janin kembali tidak tumbuh. Akhirnya, janin harus dikeluarkan di usia 8 bulan dengan berat yang belum sebetulnya cukup.
@tanyarlfes Usia cjanin 6 bulan ini harus dibantu bermacam obat dan vitamin biar bisa mengejar perkembangannya. Lalu kami satu minggu sekali harus cek kondisinya. Dan, jika nanti sudah tidak bisa berkembang lagi mau tidak mau harus dikeluarkan.
@tanyarlfes Cuma karena air ketuban yg habis, jadi tidak terlihat saat janin makan/minum bahkan buang air. Alhamdulillah! Harapan itu muncul! Akhirnya mereka berdua menantang kami apa mau meneruskan? Dengan catatan, harus mengejar banyak hal.
@tanyarlfes Yg kbetulan ruangnya bersebelahan untuk mengecek juga. Setelah menunggu akhirnya kami diperiksa lagi dengan Dokter Radith. Berbeda dengan yg lain, beliau melihat lebih lama dan detail. Beliau membantah kalau ginjal janin tidak berfungsi. Ginjal janin masih berfungsi dengan baik.
@tanyarlfes Cukup lama kami disana. Di sesi pertama Dr. Noroyono Wibowo memeriksa dan mengkonfirmasi ulang bahwa benar air ketuban sudah habis dan susah sekali buat terslamatkan. Namun, bliau tidak mau mengambil keputusan sendiri. Bliau ingin untuk kami juga periksa ke kolega beliau jg..
@tanyarlfes Akhirnya kami mendapatkan pencerahan. Sebuah klinik di belakang RSCM yg isinya para Obgyn2 yang hebat2.. kalo bisa saya bilang ini kaya Justice League nya Obgyn Indonesia sih.. hehe
@tanyarlfes Saat besoknya kami pulang kami memutuskan untuk mencari 3rd bahkan 4th opinion untuk memastikan benar bahwa janin ini tidak bisa tertolong..
@tanyarlfes Keesokan hari, kami dirujuk ke RS lain yg punya dokter fetomaternal yg lebih canggih. Dokter tersebut bahkan bilang kalau ginjal janin kami tidak berfungsi. Patah hati kami rasanyaβ¦
@tanyarlfes Tiap beberapa jam suster selalu mengecek detak jantung janin yg masih berdetak normal. Saat tidur, istri mendengar saya mengigau sambil nangis berucap βI really wanted to be a dad, God!β