GILA!!! seorang pendemo di persekusi masal oleh kejati
Rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan represif oleh oknum pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara terhadap seorang demonstran viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat Kendariinfo pada Minggu (14/6/2026), tampak seorang peserta aksi diseret dan ditarik paksa saat diamankan di lingkungan Kantor Kejati Sultra. Meski demikian, belum diketahui kapan kejadian tersebut. Insiden itu terjadi ketika sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Sultra.
Ketegangan meningkat setelah salah seorang demonstran berhasil masuk ke area kantor yang menjadi lokasi pengamanan. Saat proses pengamanan berlangsung, seorang perekam video berupaya mendokumentasikan kejadian tersebut. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari pihak yang berada di lokasi. “Jangan menghalangi-halangi kita kerja pak, lihat pemirsa, pihak Kejati mengahalangi media,” ujar perekam dalam video.
Video yang beredar menunjukkan seorang demonstran ditarik secara paksa menuju bagian dalam kantor. Dalam rekaman itu juga terlihat tindakan menarik rambut dan pakaian demonstran yang kemudian menuai kritik dari masyarakat karena dinilai berlebihan.
Seorang koruptor ngomongin moral seorang aktivis dalam berkata-kata. “Mau jadi apa bangsa ini…” katanya menanggapi cara bertutur Tyo.
Kelucuan yang tragis to the max…
Sejumlah mahasiswa mengajak pengguna jalan menyalankan klakson "kalau capek jadi WNI".
Ada momen ketika mereka menghentikan mobil berpelat TNI, meminta mobil itu membunyikan klakson, sebelum akhirnya memberi jalan.
Jangan pancing Emosi Masyarakat pak pol
Biarkan mahasiswa mengeluarkan unek uneknya tentang bobroknya pengelolaan republik ini
Mahasiswa, Kami , mereka dan kita semua memiliki hak yang sama untuk bersuara
Kalian kalo selalu bilang demo bikin macet, nih liat yg bikn macet tu justru silop dan ijo.
Mahasiswa aja lewat jalur busway.
Pas ditanya alesannya masuk ke jalan:
1. "Mau nyeberang" (tapi kok ga jalan)
2. "Gatau, ikut perintah komandan"
kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena “mengganggu aktivitas masyarakat”. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???
Massa aksi dari berbagai elemen mahasiswa tetap bersikeras menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), meski sempat mendapat penyekatan dari aparat kepolisian di sejumlah titik.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengaku mahasiswa mengalami pengadangan saat bergerak menuju lokasi aksi. Menurutnya, penyekatan terjadi di beberapa titik, mulai dari Dukuh Atas, Semanggi, kawasan GBK hingga Fairmont.
Yatalathof menilai tindakan tersebut menghambat mahasiswa yang telah menyampaikan pemberitahuan aksi secara resmi kepada pihak kepolisian.
Ia juga mempertanyakan alasan aparat menghalangi rombongan mahasiswa yang hendak melaksanakan ibadah salat Jumat.
Sementara itu, Dimas Rumi Chattaristo Ketua BEM FH UI, mengatakan pihaknya sejak awal telah merencanakan aksi di Bundaran HI dan sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Kepolisian. Namun, saat massa bergerak menuju lokasi, mereka justru dihadang oleh aparat.
Menurut dia, mahasiswa juga menolak usulan pengalihan lokasi aksi ke kawasan DPR/MPR maupun Patung Kuda. Massa tetap memilih Bundaran HI sebagai titik penyampaian aspirasi.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #DemoBEM #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Rakyat demo karena aspirasi buntu dan pemerintah tidak mau dengar masukan dari rakyat, Sejak tahun lalu rakyat teriak hentikan MBG tapi Presiden @prabowo tidak mau dengar dan akhirnya dana MBG terbuang sia-sia dan dikorupsi puluhan trilyun.
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
Cuma Gara-Gara Kresek Rp500? Karyawan Alfamart Diduga Jadi Korban Arogansi Oknum TNI Peristiwa dugaan tindakan premanisme oleh oknum anggota TNI terhadap seorang karyawan Alfamart terjadi di Kelurahan Fatubenao pada Kamis malam sekitar pukul 20.08.
Kejadian ini disebut berawal dari persoalan kantong kresek seharga Rp500. Aksi tersebut sangat disayangkan karena melibatkan warga sipil yang sedang bekerja melayani pembeli. Jika benar terjadi, tindakan seperti ini tidak hanya mencoreng nama institusi, tetapi juga menimbulkan rasa takut bagi pekerja ritel yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari.
Kasus ini perlu diusut secara transparan agar duduk perkaranya jelas dan korban mendapat perlindungan. Institusi terkait juga diharapkan memberi sanksi tegas bila oknum terbukti melakukan kekerasan atau intimidasi terhadap warga sipil.
Menurut kalian, apakah persoalan sepele seperti kantong kresek Rp500 pantas berujung dugaan kekerasan terhadap pekerja yang hanya menjalankan tugas?
Bisa-bisanya TNI diturunkan, aksi ini hanya penyampaian pendapat, bukan aksi pemberontakan, bukan juga serangan militer, kenapa kalian turun ini bukan tugas kalian...
Apa yang terjadi dengan bangsa ini? Kami dilarang keras bersuara kah, sehingga sekuat ini kalian menghadang??
Tugas kalian adalah melindungi segenap bangsa wahai TNI, apakah sekarang sudah berubah?
INI LOGIKANYA GIMANA YA?
MASSA UI YANG AKAN BERDEMO 1000 ORANG
TAPI APARAT GABUNGAN YANG DIKERAHKAN 6000 LEBIH PERSONEL
1 BANDING 6 COK ...
TUJUANNYA APA?