Apa yang terlihat sederhana dari luar, sering kali menyimpan pergulatan besar di dalam. Saat seorang laki-laki tiba-tiba diam, menjauh, atau terlihat berbeda, bisa jadi ia sedang berjuang dengan banyak hal yang tidak semua orang tahu.
Mereka memikirkan masa depan, memikul tanggung jawab, menahan rindu, menata hati, dan tetap berusaha berdiri walau sebenarnya sedang goyah.
Setia itu bukan yang utama, yang paling utama adalah niat untuk terus menjaga hubungan itu tetap hidup, meski keadaan berubah-ubah.
Jujur itu bukan sekadar berkata benar, tapi yang paling utama adalah berusaha tidak menutupinya dengan kebohongan sejak awal.
Prioritas bukan hanya soal menempatkan seseorang di urutan penting, tapi tentang tetap saling memberi kabar walau sama-sama sibuk dan lelah dengan dunia masing-masing.
Seperti laut, yang memang punya pasang dan surut, tapi tidak pernah kehilangan rasa asinnya, begitu juga hubungan yang tulus, boleh diuji waktu, tapi tidak mudah berubah inti rasanya.
— titik terendah orang tua : mereka harus minta maaf ke anaknya karena ga bisa kasih hidup yang layak, padahal mereka udah kasih seluruh hidupnya
— titik terendah seorang anak : saat dia sadar bahwa rumah bukan lagi tempat untuk pulang, tapi tempat yang paling ingin dia hindari
Tuhan itu maha adil.
dia membiarkanmu tumbuh tanpa di ratukan oleh siapapun, namun dia menggantikannya dengan menjadikanmu lebih kuat, mandiri dan memberimu mental baja, agar kamu bisa meratukan dirimu sendiri dengan usaha dan kerja kerasmu tanpa bergantung pada siapapun.
sekarang saatnya all out self love, naikin value, perbaiki kehidupan agar lebih baik lagi, jauhi orang-orang toxic, jangan biarkan diri sendiri di rendahkan dan di sakiti sama orang lain.
berhenti sejenak, dan sekarang taruh tanganmu di dada terus bilang :
“Ya Allah apapun yang sudah terjadi, entah kemarin ataupun hari ini, bagilah ruang ikhlas yang luas untuk menerima semuanya, cukupkanlah diri ini agar tidak menyalahkan siapapun.”
Forgive?
Forget?
Me:
Always forgive sebab itu tiket free ke syurga.
Forget?
Kita manusia
We may forget
We may not
Not in our control
Forgive, itu in our control
Kita manusia akan beremosi
Tak boleh halang
Cuma bila ada reaksi emosi, belajar kawal ia & bukan emosi kawal kita
Doa Buat Adik Beradik :
Ya Allah.. Rahmatilah kami adik beradik. Rapatkanlah hubungan kami dan luaskan rezeki kami adik beradik.
Ya Allah.. Ampunilah dosa adik beradik kami. Jikalau mereka ada berbuat salah. Jauhkanlah kami dari sebarang sengketa. Aamiin.. ❤️🤲🏻
karma said:
tidak akan ada orang yang hidupnya baik-baik saja, setelah membuat hidup orang lain tidak baik, dunia ini berlaku "tabur tuai" jadi jangan harap memetik bunga yang wangi, jika yang kau tanam adalah bunga bangkai.
Allah itu sudah susun yang terbaik untuk jalan hidup kita. Bila waktunya tepat, pasti datang jua.
Teruskan melangkah walaupun berkali-kali jatuh. Kerana sabar itu indah, pasti ada bahagia yang sedang menanti kita dihadapan.
Surah Al-Baqarah, ayat 286 :
Allah dah berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Jika terdetik rasa sedih, kecewa, gelisah, stress, depressed, tak tenang ; teruslah sujud dan berdoa pada Allah — minta pertolongan dariNya. 🥺🤲
this is lovely do'a ;
“Ya Allah, jadikanlah aku perempuan yang tenang.
yang menerima segala ketetapan-Mu dengan hati yang lapang,
yang tidak berduka cita dengan apa yang hilang,
dan tidak gelisah dengan apa yang belum datang.”
Selalu suka sama kalimat ini:
"Maafkanlah dirimu karena dulu kamu belum tahu sesuatu, yang ternyata ada hal yang cuma bisa diajarkan oleh waktu."
Don’t be too hard on yourself. Life is a process.
Jangan biasakan sebut "takda rezeki".
Sebaiknya sebut "InsyaAllah mesti ada rezeki nanti"
Sebab rezeki Allah tu luas, so mana mungkin 'tiada rezeki'. Rezeki ada di mana mana, yang penting kita sabar & usaha.
(Dato' Dr. Haji Mohd Fadzilah Kamsah) 😇