GAGAL GINJAL di usia 32 tahun.
Rajin olahraga.
Badan bugar.
Makan sehat.
Nggak merokok.
Tapi satu kebiasaan sebelum lari justru membuat ginjalnya mengalami cedera akut.
Apa yang sebenarnya terjadi? 🧵👇
Tangkapan foto di kawasan Raja Ampat yang terusik kepungan tambang nikel. Sepenggal surga wisata ikonik yang mulai hancur akibat ketamakan dan pembiaran pemerintah. Sumber foto : Berbagai sumber. #RajaAmpat#TambangNikel
Surga terakhir Indonesia yang bernama Raja Ampat itu kini berada dalam ancaman keserakahan industri nikel dan hilirisasinya yang digadang-gadang pemerintah.
Raja Ampat : Wisata Ikonis atau Galeri Tambang Nikel?
Simak lengkapnya di https://t.co/jDnDlGO68r
#thread 2/3
Sudah cukup?.
Belum.
Sebelum China semakin agresif mengklaim berbagai bagian wilayah di laut China Selatan, Jokowi sudah lebih dahulu membentengi kepulauan Natuna, dibangun secara fisik untuk rakyat sipil, dibuat markas angkatan laut, bandara diperbaiki, laut natuna utara digemakan, terakhir melebur penjaga pantai menjadi semacam coast guard, makanya China tidak berani seperti memainkan Philipina yang berseteru di laut yang sama. Melawan Eropa?.
Cukup dengan hilirisasi tambang nikel, baru satu sumber lho. Melawan kecongkakan IMF cukup beli 10 % sahamnya, maka pembesar IMF ampun ampun atas kesalahannya untuk meminta indonesia melepas ekspor bahan mentah tambangnya. Cantik?. Bukan, sangat cantik. Strategi tingkat Dewa yang sulit dipahami oleh lawan dan kawannya terpaksa menyembunyikan kekagumannya?.
Langkah ini melambungkan namanya ke panggung politik tingkat dunia sebagai salah satu presiden terbaik di dunia ini. Bukan hanya Jokowi, dia juga menenteng Sri Mulyani sebagai Menkeu terbaik di dunia.
Lalu apakah dengan prestasi dan legacy yang akan ditinggalkan tersebut, Jokowi bertindak " bodoh dan tolol " untuk mengakhiri kekuasannya dengan game over bad ending story. Jokowi terlalu cantik permainannya, hanya para pengamat yang gegabah menilainya, hanya karena ada capres yang kepepet dompleng nama besar Jokowi, sehingga selalu menenteng nama Gibran lalu netizen berbalik arah menyebut Jokowi membangun politik Dinasti. Kalau tidak anak presiden mana mungkin Gibran yang berusia under forty bisa jadi Walikota. Eh kemarin malah Golkar dan PDIP sendiri yang seakan mengklarifikasi, kalau Golkar dan PDIP memiliki selusin Bupati dan Walikota yang under forty, apa mereka semua karena katabelece. Inilah jagonya Jokowi, fakta yang akhirnya mengungkapkan. Kini yang dulu gencar mendukung Jokowi, sekarang malah berbalik arah menggiring opini menihilkan peran Jokowi, apa berganti sponsor bos???
Kalau dilakukan oleh partai pendukung seperti PDIP dkk, saya maklum. Nama Jokowi memang harus mulai diturunkan, agar Ganjar bisa tampil menjadi dirinya sendiri menjauhkan diri dari bayang - bayang Jokowi.
Ibarat sebuah perusahaan, Megawati sedang menyiapkan Launcing sebuah Produk Baru bernama GAMA (Ganjar Mahfud), agar produk baru bisa diterima, maka produk ini harus dikemas rapi, menarik namun formulanya tidak jauh berbeda dari Jokowi. Sehingga market bisa menerima GAMA sebagai sebuah produk yang memiliki kualitas yang lebih baik dari Jokowi (tanpa Maruf Amin) dengan kemasan design produk yang dapat diterima kaum milineal dan gen Z yang memiliki suara 62 % dalam pemilu 2024. Sebab ibarat life cycle sebuah produk, Jokowi saat ini sudah dipuncaknya, grafik akan menurun. Kalau seorang Brand Manager maka akan dilakukan relaunch agar produk tampil kekinian, dengan biaya yang lebih murah.
Tetapi sang marketing director Megawati Soekarno Putri yang dimata banyak orang dianggap arogan, punya strategi yang lebih berani. Mengapa mesti Relaunch kalau bisa Launch di market yang sedang berubah?. Karena Mega tahu dia memiliki resources yang cukup untuk itu.
10 tahun berkuasa, PDIP didukung Harry Tanoesudibyo pasti memiliki energi besar untuk melakukan Launching GAMA. Konsekwensinya tentunya harus menarik produk lama dari pasaran (tim relawan Jokwi) diganti dengan produk baru (tim relawan ganjar). Karena ini Launching bukan sekedar Relaunch apalagi Minor Relaunch.
Bagaimana menggarap market kelas menengah atas, kaum cendikiawan, santri dan minoritas, MMD jawabannya. Ini langkah yang sangat cerdas. Untuk mendukung langkah besar Launching Gama, iklan teaser sudah mulai di tayangkan sejak bulan lalu kalau anda cerdas mengamati, maka tinggal menayangkan iklan utama dalam beberapa hari kedepan.
Ganjar sendiri sudah melakukan sejak bulan lalu, dia hadir dimana mana tidak menenteng Gibran atau Kaesang, karena kalau dia mau dia bisa membawanya. Tapi dengan yakin dia sengaja tidak melakukan, agar tidak terus berada dibalik bayangan Jokowi.