Mindfulness versi Nabi ﷺ itu bukan sekadar teknik napas.
Ini dia intinya, dalam 6 poin:
🧠 Dzikir — sadar Allah setiap saat, hati jadi tenang (QS Ar-Ra'd 28)
📖 Tadabbur — baca Al-Qur'an dengan penghayatan penuh, bukan sekadar gerak bibir
🌌 Tafakkur — merenungi ciptaan Allah, dari bintang sampai diri sendiri
🕌 Khusyuk — pasrah total, jiwa dan raga hadir dalam ibadah
🧘 Thuma'ninah — tenang dalam setiap gerak shalat, bukan tergesa-gesa
💫 Ihsan — sadar bahwa Allah selalu melihat, seolah kita melihat-Nya
Semua bermuara pada satu ayat:
"Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Jadi, mindfulness tertinggi adalah sadar bahwa Dia selalu bersama kita.
#MindfulnessIslami #Tadabbur #Dzikir #Muhammadiyah #HPT
OI LAKIK, LIAT SINI 😭 kalau mau approach cewek duluan lewat sosmed tuh GINI YA CARANYA. kenalin nama lu, umur lu, tinggal di mana, terus jelasin tujuan lu ngedm apa. jangan cuma modal “p p p p p” doang, apalagi baru dm udah langsung flirting 😭
sorry banget ya, bukannya keliatan keren malah jatohnya FREAK :D
"Percuma ngomong sama BOD, ga bakalan didengerin."
Itu kata salah satu peserta training gue
Terus gue nanya balik dong
"Emang gimana lo ngomongnya?"
Pas dia jelasin, gue jadi paham
Aku kira saat kita lagi kacau, kita butuh pasangan yang ngerasain hal yang sama. Ternyata salah!
Ada jurnal yang menyebutkan saat sedang stres, kebanyakan orang malah membutuhkan pasangan yang lebih tenang. Pasangan seperti ini membawa harapan dan tidak ikut terbawa suasana.
Tapi semua itu balik lagi ke attachment style masing-masing. Untuk yang tipe anxious, kuncinya adalah validasi. Saat sedih mereka ingin dimengerti dan ingin dirayakan saat senang. Beda lagi sama yang avoidant, dia justru lebih memilih menjaga jarak aman secara emosional.
Jadi kita nggak selalu butuh pasangan yang merasakan hal yang sama persis. Kita cuma butuh seseorang yang tahu apa yang harus dilakukan saat kita lagi nggak baik-baik saja.
Daripada scroll-scroll somed gak jelas, mending jadi tambah pinter dengan belajar trading dari basic
Udah ada 2.5 jam-an dengan total sejauh ini 9 video
Pantengin ini sebelum asal masuk ke trading dan masukin uang buat setoran di pasar finansial
https://t.co/Cx0vCEIq3w
Buku Outliers ini buku lama yg isinya tetap relevan hingga kini. Salah satu buku paling bagus yg saya baca, krn kekuatan storytelling yg amat memukau.
Buku ini intinya mau bilang kalau kesuksesan seseorang atau sebuah kelompok amat sangat bergantung pd beragam faktor. Bukan semata peran individual.
Maybe faktor eksternal ini bahkan punya peran hingga 80%.
Link terjemahan buku ini ada di Gramedia at Shopee. Klik sekarang buat order buku yg amat bagus ini :
https://t.co/tIKQaLVYcN
Berikut 3 poin paling krusial dari buku Outliers:
1/3 Faktor Hoki & Akses
Keberhasilan besar bukan cuma soal kerja keras, tapi akses dan kesempatan yang tidak dimiliki orang lain.
📌 Contoh: Atlet hoki top Kanada mayoritas lahir di Jan–Mar karena batasan umur pendaftaran bikin mereka paling bongsor sejak kecil.
2/3 Aturan 10.000 Jam
Butuh akumulasi latihan terstruktur dalam durasi sangat panjang untuk benar-benar menguasai suatu bidang.
📌 Contoh: The Beatles manggung 8 jam sehari di Hamburg hingga menembus 10.000 jam terbang sebelum akhirnya terkenal.
3/3 Practical Intelligence
IQ tinggi tidak menjamin sukses tanpa kecerdasan praktis (kemampuan bernalar sosial dan bernegosiasi).
📌 Contoh: Chris Langan (IQ 195) gagal di akademisi karena tak bisa bernegosiasi, sementara Oppenheimer sukses memimpin proyek besar karena mahir melobi.
Buku yg amat rekomended buat dibaca gaes.
Klik sekarang dan dapatkan bukunya yg super renyah :
https://t.co/tIKQaLVYcN
Thats why ya ges mnrut keyakinan saya sering ngajak ngobrol ngalor ngidur entah itu stranger atau temen sendiri tu ga mesti gara gara arek e freak yaa
Kali kali dia cuma pengen ngasah kemampuan "ngobrol" grgr keseringan dikamar dan ga bersosialisasi
Dear teman-teman onlineku, stop ngerasa bisa ngelakuin semua hal sendirian.
Orang yang jarang ketemu dan ngobrol langsung sama orang lain, tubuhnya lebih rentan sakit.
Makin jarang interaksi dengan sesama, makin tinggi juga tingkat peradangan di tubuhnya.
Peradangan yang numpuk lama-lama diasosiasikan sama resiko penyakit jantung, stroke, demensia, bahkan kematian dini.
Pernah merasa langsung tertarik sama seseorang padahal baru kenal?
Padahal belum tahu sifat aslinya, bahkan belum tentu cocok. Tapi otak kita sudah keburu memberi nilai positif ke orang itu.
Jurnal ini menemukan bahwa saat kita menilai calon pasangan beberapa karakteristik yang kita lihat tidak selalu diproses secara rata.
Makanya kadang satu hal kecil kecerdasan, kebaikan, pencapaian, atau sifat tertentu bisa bikin orang tersebut terlihat jauh lebih menarik.
Pasti dari kalian pernah bilang “aku nggak tau kenapa dari awal bisa suka sama dia” sebenarnya otakmu sudah selesai melakukan penilaian sebelum logikamu sempat mencari alasannya.
Tips lancar PDKT: banyak-banyakin deep talk.
Ketika ada 2 orang yang nggak saling kenal, lalu disuruh ngobrol bergantian tentang hal personal, mereka akan cenderung untuk lebih suka satu sama lain
Cobain deh