Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
Karena itu, semangat kemerdekaan tidak cukup berhenti pada upacara dan perayaan. Kita perlu mengisinya dengan persatuan, gotong royong, kerja sama, dan kontribusi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengingatkan pentingnya Jas Merah, jangan sampai melupakan sejarah dan jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
“Kita harus mengingat jas merah atau jangan sampai melupakan sejarah, yaitu bagaimana mengenang jasa yang dilakukan oleh para pahlawan, para syuhada kita,” kata Dimyati usai memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI di KP3B, Kota Serang.
Menurutnya, pembangunan Banten juga harus dilakukan secara bersama-sama dan bergotong royong. Kemajuan daerah menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
“Harus dilakukan dengan bersama-sama supaya menjadikan Banten yang maju, sejahtera dan sukses,” ujarnya.
Kini, perjuangan kita memiliki bentuk yang berbeda. Belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan bertanggung jawab, menjaga persatuan, membantu sesama, dan ikut membangun lingkungan sekitar adalah bagian dari cara mengisi kemerdekaan.
………………………………
Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: https://t.co/fbz2S1abyY
🌐 Website: https://t.co/jjs8XwwPVI
𝕏 @banten_pemprov
📘 Facebook: https://t.co/YmATtBK1pu
▶️ YouTube: @pemerintahprovinsibanten
🎵 TikTok: @pemprovbanten
📧 Email: [email protected]
………………………………
#Banten #PemprovBanten #HUTRI81 #HariKemerdekaan #KemerdekaanRI #BantenMaju #GotongRoyong #JasMerah #IndonesiaMaju
@DokterTifa Semoga perang sodara segera terjadi di Indonesia, biar semua jelas, biar semua plong. Perang di medsos tidak berguna, tidak menyelesaikan masalah. Indonesia wajib diformat ulang. Dibersihkan dari antek2 ZIONIS, KAPITALIS dan WAHABI.
Mobil cakep, hp boba, profesi terpandang... tapi kok kelakuannya gini? 🤦♂️
Gaya hidup berbanding terbalik sama moral. Kasihan pedagang jajan pasar yang udah jualan dari subuh, nyari untung tipis malah rugi gara-gara kelakuan "iseng" yang berkali-kali.
Punya segalanya bukan jaminan punya rasa malu. Semoga kejadian ini bikin kapok dan jadi pelajaran buat kita semua: penampilan elegan, akhlak jangan minus!