@Info_SerieA Wkwk cuma romanisti yg tau persis seperti apa seorang mehmed. Bagus tapi hanya sebagai back up. Sangat gigih dan lumayan versatile. Grazie celik
Bagi Arsenal & PSG, Stadion Puskas Arena adalah ladang harapan untuk ngangkat trofi Champions League. Entah pertama atau justru kedua kalinya.
Namun buat AS Roma, Stadion Puskas Arena adalah sarang kejahatan, saksi bisu skandal & tipu daya perihal keadilan.
I Giallorossi merasa final Europa League 2023 yang mereka lakoni penuh keanehan. Persis Hajime Kindaichi yang menemui beragam teka-teki di lokasi pembunuhan.
Anthony Taylor dianggap Roma sebagai dalang kekalahan. Sebagai wasit, aksi-aksinya sepanjang laga malah lahirkan kontroversi & hujatan.
Colekan penggawa Roma terus beroleh sinis, tapi pelanggaran lawan tak digubris. Bahkan handball pemain Sevilla di kotak penalti juga disikapi apatis. Malam itu, si botak adalah pemeran antagonis.
Jose Mourinho dan seluruh anak asuhnya marah besar. Tifosi Roma terus melayangkan kata-kata kasar.
Sesuai ajaran yang dianut @Info_SerieA, I Giallorossi bukan kaum Kakha Kaladze yang kalau kalah ya kalah aje. Roma tidak diam, Roma akan lawan. Meski label miskin gelar setia tersemat di badan.