🚨Virgil van Dijk on his altercation with Jordan Henderson after Liverpool defeated Chelsea in a penalty shootout.
🎙️Van Dijk: We had just won the shootout when Henderson walked over to me complaining about Liverpool fans booing him on his return to Anfield.
He said, “After everything I gave Liverpool, these fans are fucking ungrateful. I spent years at this club, and they boo me like I’m nobody.”
I looked at him and said, “Are you finished?”
He replied, “What the fuck are you talking about?”
I told him, “You left Liverpool, joined Chelsea, and now you’re complaining that Liverpool fans aren’t welcoming you back. What exactly did you expect?”
He said he deserved respect for everything he’d done for the club.
I answered, “Respect isn’t something you demand. You don’t get to dictate how supporters feel about you.”
He started listing his trophies and years as captain, so I told him, “Jordan, stop acting like you’re the only person who ever played for Liverpool. Plenty of players sacrificed everything for this badge, and they don’t demand that supporters worship them forever.”
He got angry and said, “You’re talking to me like I did nothing for Liverpool!”
I replied, “Then stop behaving like the club owes you something! You’re a Chelsea player now. Concentrate on Chelsea instead of lecturing Liverpool fans about gratitude!”
He asked if I thought I was better than him because I was captain.
I told him, “This isn’t about who’s better. You’re blaming the same people who supported you for years. And if we’re talking about betrayal, stop pointing fingers at everyone else. You’re the one who needs to explain your decisions, not me.”
He told me not to speak to him like that. I said, “Then don’t come looking for sympathy if you can’t handle the truth.”
You cannot leave a club, join its rivals and expect supporters to owe you unconditional loyalty forever. I respect what Henderson did at Liverpool, but that doesn’t mean he’s entitled to control how the fans feel.
itu si NPD lagunya baru 3 tapi udah diundang ke PESTAPORA? waktu show 45 menit sampai 1 jam mungkin lah kurang lebih. terus sisa waktunya ngapain aja?
ya beginilah cara mereka mengulur waktu… tapi jujur kreatif dan menghibur😭😭:
Habis beli nasi goreng karena kasihan dagangan bapaknya sepi. Eh, pas beli malah jadi tahu kenapa dagangannya sepi. 😭
🧕🏻: “Pak, nasi gorenge wonten?”
(Pak, nasi gorengnya ada?)
👨🏻: “Onok! Piro!”
(Ada! Berapa!)
Dengan wajah dan nada kayak ngebentak.
Kupikir ya udah, mungkin memang nada bicaranya begitu.
🧕🏻: “Bungkus satu nggih, Pak.”
👨🏻: “Ealah, mek siji.”
(Ealah, cuma satu.)
Wajahnya tiba-tiba kayak orang nyepelein dan judes banget. 😭
👨🏻: “Iki!”
🧕🏻: “Pinten, Pak?”
👨🏻: “15 ribu.”
Aku kasih uangku Rp50 ribu.
👨🏻: “Ealah, mbak-mbak tuku mek siji ae gak pas duweke!”
(Ealah, mbak-mbak beli satu aja uangnya nggak pas.) 😠
🧕🏻: “Pak, ngapunten. Kulo mantun mendet yotro ten ATM, mboten nggadah receh.”
(Pak, maaf. Saya habis ambil uang di ATM, nggak punya uang receh.)
Btw, bapaknya jualan di sebelah ATM. Aku habis ambil uang karena memang nggak punya uang cash sama sekali.
👨🏻: “Lah terus yok opo?”
(Lah terus gimana?)
Dengan nada mulai ngebentak.
🧕🏻: “Kulo transfer nopo, Pak?”
(Saya transfer apa, Pak?)
👨🏻: “Gak usah!”
🧕🏻: “Lah terus pripun, Pak? Kulo urupaken riyen.”
(Lah terus bagaimana, Pak? Saya tukarkan dulu.)
Terus aku keluar naik motor buat mecahin uangnya.
🧕🏻: “Pak, niki yotrone.”
(Pak, ini uangnya.)
👨🏻: “Yo ngunu! Mene mben nek tuku siji gawe duwek pas! Nyusahno wong ae!”
(Ya gitu! Besok-besok kalau beli satu pakai uang pas! Nyusahin orang aja!)
🧕🏻: “Pakk, ngapunten sakderenge. Kulo niki tumbas nggih mboten nyuwun ten njenengan. Mangkane, Pak, dagangan njenengan sepi, jahat njenengan.”
(Pak, maaf sebelumnya. Saya ini beli, nggak minta ke njenengan. Makanya, Pak, dagangan njenengan sepi. Jahat njenengan.)
Kuambil nasi gorengnya sambil gemeter, pengen nangis.
Terus aku buang di depan tong sampah yang ada di depan gerobaknya.
Nggak niat buang-buang makanan. Tapi ya Allah, kenapa ada orang sejahat itu mulutnya? Padahal aku cuma mau bantu nglarisin. 😭
Anakku yang umur 2,5 tahun sampai bilang, “Bapaknya jahat ya, marah-marah terus.”
Kalau kalian di posisi aku, bakal tetap ambil dan makan nasi gorengnya atau memilih nggak jadi makan setelah diperlakukan seperti itu?
Habis beli nasi goreng karena kasihan dagangan bapaknya sepi. Eh, pas beli malah jadi tahu kenapa dagangannya sepi. 😭
🧕🏻: “Pak, nasi gorenge wonten?”
(Pak, nasi gorengnya ada?)
👨🏻: “Onok! Piro!”
(Ada! Berapa!)
Dengan wajah dan nada kayak ngebentak.
Kupikir ya udah, mungkin memang nada bicaranya begitu.
🧕🏻: “Bungkus satu nggih, Pak.”
👨🏻: “Ealah, mek siji.”
(Ealah, cuma satu.)
Wajahnya tiba-tiba kayak orang nyepelein dan judes banget. 😭
👨🏻: “Iki!”
🧕🏻: “Pinten, Pak?”
👨🏻: “15 ribu.”
Aku kasih uangku Rp50 ribu.
👨🏻: “Ealah, mbak-mbak tuku mek siji ae gak pas duweke!”
(Ealah, mbak-mbak beli satu aja uangnya nggak pas.) 😠
🧕🏻: “Pak, ngapunten. Kulo mantun mendet yotro ten ATM, mboten nggadah receh.”
(Pak, maaf. Saya habis ambil uang di ATM, nggak punya uang receh.)
Btw, bapaknya jualan di sebelah ATM. Aku habis ambil uang karena memang nggak punya uang cash sama sekali.
👨🏻: “Lah terus yok opo?”
(Lah terus gimana?)
Dengan nada mulai ngebentak.
🧕🏻: “Kulo transfer nopo, Pak?”
(Saya transfer apa, Pak?)
👨🏻: “Gak usah!”
🧕🏻: “Lah terus pripun, Pak? Kulo urupaken riyen.”
(Lah terus bagaimana, Pak? Saya tukarkan dulu.)
Terus aku keluar naik motor buat mecahin uangnya.
🧕🏻: “Pak, niki yotrone.”
(Pak, ini uangnya.)
👨🏻: “Yo ngunu! Mene mben nek tuku siji gawe duwek pas! Nyusahno wong ae!”
(Ya gitu! Besok-besok kalau beli satu pakai uang pas! Nyusahin orang aja!)
🧕🏻: “Pakk, ngapunten sakderenge. Kulo niki tumbas nggih mboten nyuwun ten njenengan. Mangkane, Pak, dagangan njenengan sepi, jahat njenengan.”
(Pak, maaf sebelumnya. Saya ini beli, nggak minta ke njenengan. Makanya, Pak, dagangan njenengan sepi. Jahat njenengan.)
Kuambil nasi gorengnya sambil gemeter, pengen nangis.
Terus aku buang di depan tong sampah yang ada di depan gerobaknya.
Nggak niat buang-buang makanan. Tapi ya Allah, kenapa ada orang sejahat itu mulutnya? Padahal aku cuma mau bantu nglarisin. 😭
Anakku yang umur 2,5 tahun sampai bilang, “Bapaknya jahat ya, marah-marah terus.”
Kalau kalian di posisi aku, bakal tetap ambil dan makan nasi gorengnya atau memilih nggak jadi makan setelah diperlakukan seperti itu?