Kemarin Presiden Prabowo bicara soal londo ireng. Ternyata di Indonesia ada juga londo ireng betulan, namanya Tawalijn Sigar.
Dia lahir di Langowan sekitar 1790. Tahun 1829 Belanda kehabisan tenaga menghadapi Diponegoro, lalu merekrut pasukan bantuan dari Minahasa yang mereka sebut Pasukan Tulungan. Tawalijn ikut. Dia memimpin prajurit dari Balak Langowan, menyeberang laut ke Jawa, memerangi orang yang belum pernah dia temui.
Maret 1830 di Magelang, Diponegoro ditangkap. Tawalijn pulang membawa Militaire Willems-Orde kelas 4 dari Kerajaan Belanda.
Hidupnya naik terus sesudah itu. Tahun 1841 Pendeta Schwarz membaptisnya dan namanya berubah jadi Benjamin Thomas Sigar. Tahun 1848 Belanda mengangkatnya jadi Hukum Besar Langowan bergelar Majoor. Dia memerintah distrik itu dua puluh dua tahun.
Anaknya, Laurens Roeland, mewarisi jabatan yang sama. Cucunya jadi klerk kantor residen. Cicitnya, Philip Frederik Laurens Sigar, duduk di Dewan Kota Manado lalu jadi Sekretaris Residen. Empat generasi menanjak di dalam sistem yang ikut mereka tegakkan.
Anak Philip bernama Dora Marie Sigar. Tahun 1946 dia menikah dengan Soemitro Djojohadikoesoemo. Lima tahun kemudian lahir anak laki-laki mereka.
Anak itu sekarang Presiden Republik Indonesia. Dan kemarin, dia bicara soal londo ireng.
APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN???
Sumber cerita:
https://t.co/RsmU28PU9U
https://t.co/Wt4YabTxvc
https://t.co/pMhmvG5zee
https://t.co/KoQML62HWB
https://t.co/alajCwS6Nu
MEREKA DIBUNGKAM DILAPANGAN
MARI KITA GELORAKAN DIRUANG MAYA INI
NEGARA INI SUDAH TEELALU SAKIT, SAKITNYA SUDAH STADIUM AKHIR
- DOMKRASI HILANH
- HUKUM DITELANJANGI
-ANAK ANAK DIRACUNI
-KOLUSI,KORUPSI DAN NEPOTISME DIPERTONTONKAN
LALU APA LAGI ALASAN KITA UNTUK TETAP DIAM.
DIAM MELIHAT KEMUNGKARAN ADALAH MUSIBAH BAGI SELURUH WARGA.
MELAWAN ADALAH JALANโ๏ธ๐ฅ