Prof Uceng @zainalamochtar, kutipan ini rasanya tepat menggambarkan jalan hidupmu selama ini. Konsisten, jujur, dan selalu berpihak. Bahkan ketika sikap itu tidak nyaman, tidak populer, dan sering berisiko. Dari kampus ke ruang publik, dari kelas ke medan advokasi, ilmu yang anda rawat selalu punya arah: menjaga akal sehat dan keadilan.
Prof Uceng, selamat atas pengukuhan Guru Besar bidang hukum kelembagaan negara di UGM. Ini bukan sekadar capaian akademik, tapi peneguhan sikap hidup. Semoga amanah ini membuat langkahmu makin kuat, suaramu makin panjang umurnya, dan keberpihakanmu tetap utuh.
Doa terbaik untuk Prof Uceng, dan untuk mereka yang anda sebut dalam pidato itu—orang-orang tertindas yang mungkin tak pernah anda temui, tapi selalu anda bela. Semoga mereka tahu, masih ada ilmu yang berdiri di sisi mereka.
Terkadang di momen tertentu, aku ngerasa begok. Tapi terus inget, bahwa dulu aku pernah ngerjain skripsi sesingkat 3 Minggu, tanpa bantuan Deepseek, Super AI, Blackbox, ChatGPT 4.0 —seketika naluriah tingkat PD ku bangkit lagi😂🤏🏼
Eid Fitri-seringkali manusia lupa akan kesalahan yg ia perbuat atas dirinya sendiri. Entah ego yg berujung serakah, maupun ekpektasi yg membuatnya luka. Senantiasa memaafkan dirinya adalah evaluasi terbaik. Sebab bahagia hanya didapat oleh ia yg mampu mendamaikan jiwanya.
Adalah benar, sejarah memang ditulis oleh pemenang. Tapi ketahuilah bahwa seseorang yang tak mengetahui sejarah, ia juga tak akan bisa mengetahui kemenangan.
Bukan maksud ngelarang berbagi di bulan ramadhan, tapi masih banyak yg harus lo lakuin. Sampek RUU TNI disahkan, kalian pada ngapain. War/bagi2 takjil, bukber Velocity. Anehh banget
Apa bedanya bagi2 takjil dengan program Makan Bergizi Gratis? Harusnya, kalo serius mau sedekah, organisasi mahasiswa ya bagi2 ilmu, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kemaren mahasiswa ngeritik program pemerintah ini. Lah, sekarang kok malah niru programnya. Oh nggak, bagi2 Takjil sudah ada jauh sebelumnya. Iya, tapi sama aja.