@fairlvv “TIGA ESEMP—” Bara menatap wanita itu tak percaya. Ia kembali mengulang pertanyaannya namun kini dengan suara yang lebih pelan.
“Kelas 3 SMP?” Pemuda itu mengatup bibirnya rapat.
Bara menggeleng, menolak percaya. “Mbak nih sekarang yang boong kayaknya.”
@fairlvv Satu kata berhasil membuat matanya sedikit membelalak.
“Anak?” Bara mengulang kata itu, tentu dengan ekspresi kaget. “Mbak sudah punya anak? Wah, saya bahkan mengira mbak tadi mahasiswa semester akhir.”
“Umur berapa? Setahun? Dua tahun?”
@fairlvv “Mbak sehari-harinya selain kerja ngapain lagi mbak? Hmm mungkin ada kegiatan lain setelah pulang kerja? Atau auto rebahan?”
“Kayak saya maksudnya.”
@TamagoPost WhatsApp replied to you
: Is he okay?
: Wajah nya kusut banget, curiga gaji dia di bawah UMR
: Btw, aku boleh nitip engga? Sekalian es krim sundae nya
: Hehe
Sent.
@fairlvv “Sama mbak saya juga kerja. Aaah sebaik-baiknya kerja, lebih baik tidur di rumah.” Bara menghela nafas panjang kemudian menatap Asha—dia memperkenalkan dirinya tadi— yang berada disebelahnya.
“Iya kan?” Pria itu kemudian tertawa.