Lo nggak akan pernah ngerti sebelum lu belajar dan merasakan apa itu sempit.
Lo nggak akan pernah ngerasa bersyukur sebelum lo memaknai lapar.
Dan lo nggak akan pernah ngerasa leluasa kalau lo belum pernah ngerasa terbatas.
Nggak salah jadi kuat,
Yang keliru adalah pada saat hati kita ikutan keras.
Padahal seharusnya kita perlu kuat dan tangguh namun tetap lembut.
Jangan meng-Agung kan "hidup gua keras bos". Nope, you have many decisions
Keberaturan dalam banyaknya ketidakteraturan malah akan menambah variasi dari anomali yang Ada.
Karena compleksitas dari ketidakberaturan ini merupakan anomali yang normal dalam kelompok tersebut.
Waktu kecil pengen banget bisa mengendalikan elemen seperti di ATLA, tapi belajar dari cartoon itu.
Mengendalikan diri sendiri jauh lebih sulit sebelum bisa mengendalikan elemen itu.
Sewaktu kecil pengen banget belajar langsung di level advanced or masters tanpa tau dasarnya.
Semakin kesini, hal hal sederhana malah terlihat lebih menarik untuk di pelajari, Karena di balik kesederhanaan terdapat kompleksitas yang lekat.
Semakin bertumbuh diri lo, harusnya semakin sadar you not supposed to stuck in this level, if you felt so comfortable of all at these level, it's your choice, I mean you decided to stayed.
Nggak Ada yang salah dengan itu, selama lo bisa belajar dari itu dan ada manfaat untuk diri lo.
I think it's ok, but if it going to far and you got Nothing from that, rather you leave.
Akan susah kalau terus melakukan justifications terhadap reward disamping lo nggak ngelakuin apa2, bahkan untuk diri lo sendiri.
Nyaman lah dengan all of your insecurities.
Sedari dulu emang gua nggak pernah suka dengan quote "usaha tidak akan pernah menghianati hasil".
Sudut pandang yang di kasih terlalu menyenangkan menurut gua.
Karena usaha atau tidak, pasti akan mendapatkan hasil yang variatif, tergantung dengan banyak variabel.
Kalau lo punya pertanyaan tentang "mengapa" atau "kenapa". Dan lo sadar terhadap kapabilitas lo.
Jangan cari 1 jawaban, karena mungkin orang lain nggak punya kapabilitas berfikir seperti lo, atau mungkin kemampuannya di atas lo.
Tergantung keadaan dan waktu memang.
Kalimat yang lo bilang "ya lo enak ada ini ada itu, nggak perlu ini itu"
Bisa aja dia iri Sama lo.
Bisa aja dia pura2 kaya depan lo.
Bisa aja dia insecure liat lo.
Bisa aja dia punya beban juga, kebutuhan keluarga nya mungkin, sekolah adek, utang orang tua.