“Sekolah sudah rusak sebelum ada MBG” Benar. Tapi itu justru memperkuat kritik, bukan melemahkannya. Kalau sekolah memang sudah rusak lama, kenapa prioritas pembangunan dapur MBG yang mengkilap biru lebih cepat daripada perbaikan ruang kelas? Publik melihat prioritas anggaran, bukan urutan waktu kerusakan. Kalau dapur bisa dibangun cepat dan bagus, kenapa ruang belajar anak-anak tidak bisa? Ini bukan soal “dulu juga rusak”, tapi soal prioritas hari ini.
Lalu dia bilang “Cukup lapor ke Dikdasmen, pasti diperbaiki” Ini pernyataan yang sangat naif atau sangat abai terhadap realitas birokrasi. Kalau cukup lapor lalu pasti diperbaiki, kenapa masih banyak sekolah yang kondisinya parah sampai viral, bahkan di dekat kampung asal dia? Kenapa harus nunggu foto siswa makan di depan kelas roboh baru bergerak? Sistem yang mengandalkan “lapor dulu baru diperbaiki” justru menunjukkan lemahnya perencanaan dan monitoring.
Klaim “sudah perbaiki 16 ribu, sekarang 70 ribu” Angka ini perlu dilihat hati-hati. Di mana saj? Itu target/klaim renovasi, bukan otomatis berarti semua sekolah yang rusak berat sudah layak pakai. Yang viral biasanya bukan sekadar “cat mengelupas”, tapi struktur yang berbahaya. Klaim kuantitas tanpa kualitas dan transparansi data publik justru mudah jadi senjata makan tuan.
Jadi, inti masalahnya justru ketika dapur MBG mengkilap bersih di sebelah kelas yang amburadul, masyarakat melihat kontradiksi nyata: ada uang untuk infrastruktur gizi, tapi infrastruktur pendidikan dasar masih ditunda. Ini bukan “membanding-bandingkan yang tidak nyambung”, ini melihat alokasi sumber daya negara. Kalau argumennya “dua program berbeda”, maka kenapa program yang satu terlihat sangat diutamakan secara visual dan cepat, sementara yang lain masih mengandalkan laporan masyarakat?
HI AGUSTUS ❤️🔥❤️🔥🚨🚨‼️‼️
BEM TRISAKTI memulai aksi dengan membuat MURAL KERENNN yang menyindir para tikus berdasi. AMAZEDDD sama hasilnya, keren bangettt kann??!!
kita mulai agustusnya yaa, kawal terus perjuangan ❤️🔥❤️🔥❤️🔥
⚠️KABAR PENGRACUNAN EMBEGE!⚠️
⚠️BGN TERLAMPAU BUDEG!⚠️
*BAWA PESAN INI LARI KE KELUARGAMU!
Kemarin sejumlah 66 (ENAM PULUH ENAM) warga Tulungagung diracun, BGN budeg. Kemarinnya lagi ada 90 (SEMBILAN PULUH) orang di SMP N 1 Kuala Pembuang, Seruyan, Kalteng diracun juga, BGN budeg. Terus kemarinnya lagi ada 38 (TIGA PULUH DELAPAN) anak di Ogan Komering Ilir, Sumsel, juga diracun, BGN MASIH BUDEG.
Hari ini? Karena BGN masih terus-menerus budeg perihal korban pengracunannya, Tuhan ingin membuka lagi kedua telinga mereka yang gak berfungsi itu. Dan, dhuarrr!! Sejumlah 690 (ENAM RATUS SEMBILAN PULUH) anak di Semarang diracun lagi oleh embege!
Bayangken, hanya kurang dari sepekan BGN sudah sangat mampu meracuni lebih dari 1000 orang. Apakah mereka masih aja berupaya budeg? Kali ini mau bersembunyi di balik kalimat apa lagi? Apakah "dar" pada sudaryono artinya "marakke modar"???
Kabarkan Kepada Dunia !
Turunkan Penguasa Boneka BoP, Londo Ireng yg mengusir rakyat dari negeri tercinta Indonesia
Hanya negara demokrasi yg meliput demo aspirasi rakyat
TIDAK ADA TELEVISI YG MELIPUT DEMO
Negara udah mau 81 tahun,
Dipimpin kakek2 NPD 74 tahun,
Bank Sentralnya mau diisi lagi sama kakek2 79 tahun,
MANTAN NAPI KORUPTOR,
SKCKnya gimana BGST???
Wallahi we're really finished.
Pantas pak presiden ga update, ternyata byk aksi demo, tp ga diwartakan byk media mainstream, jd dikira baik-baik aja, gada yg protes, justru netizen tau aksi demo dari media luar.
Ada apa ini...
WHOA. Dikabulkan sebagian. Still a big deal.
MBG tidak bisa pakai APBN anggaran penyelenggaraan pendidikan lagi, paling lambat di APBN 2028 (karena yang APBN 2026 sudah berjalan, dan APBN 2027 sudah proses dibahas). Terima kasih mas @penduduk_lokal_@zanatul_91 ✊🔥
Inilah 1998 ya guys. Mereduksi independensi moneter jd sekadar instrumen legitimasi kekuasaan eksekutif. Hilang checks and balances fiskal-moneter ngorbani stabilitas harga untuk populis instan, tar pasti ada capital flight, dan hilang tuh kredibilitas makroekonomi nasional.