kehilangan spark itu aneh. kamu masih jadi diri kamu, tapi rasanya udah ga sehidup dulu. losing your spark slowly is scarier than being sad all at once.
Buat gue, cowok yang chat isinya cuma
“Aku udah di rumah ya.”
“Kamu lagi apa?”
“Udah makan belum?”
“Aku baru bangun.”
terus diulang dengan pola yang sama setiap hari tanpa ada percakapan yg berkembang, it’s emotionally draining
We’re adults, not SMP kids. A conversation should build connection, not feel like you’re replying to the same script every single day
ga sengaja nemu kata-kata bagus banget:
"ga ada hal yang lebih sakit daripada mengusap air mata kamu sendiri saat mengetahui bahwa kamu gabisa ngasih tau siapapun tentang hal-hal yang kamu tangisi."
ngilang tanpa kabar ga bikin kamu keliatan mahal dan super sibuk. yang keliatan cuma satu: kamu belum cukup dewasa buat ngasih kejelasan. sementara ada orang yang kepalanya berisik mikirin kamu. jadi, jangan bikin orang lain hilang ketenangan cuma karena kamu ga berani ngomong.
Inget ya, mau kamu broken home, insecure, fatherless, motherless, trauma, atau masalah apa pun…
Whatever you’ve been through, it’s never an excuse untuk memperlakukan orang lain dengan buruk!
i lost my spark after my last relationship. but aku sekarang lebih memilih buat sembuhin diri sendiri dulu. start solo traveling kesana kesini, belajar hal baru, rajin olahraga lagi, mulai suka baca buku, nyobain coffeshop baru, dan luangin waktu sama keluarga juga pas libur. it took me a year to fully heal, but finally found my spark again. i started enjoying my hobbies, smiled more, and just did whatever made me happy. sometimes. that’s all you really need🥺🤍
Semoga nanti berjodoh sama orang yg gampang diajak baikan setiap berantem.
Ga ngungkit2, ga dendaman, ga nunggu waktu buat ngebales, ga silent treatment.
Dan semoga aku pun gampang diajak baikan.