Awas ada botiii, njir menormalisasikan yang ga normal anjir (emot love?? wtf). Plis, kalian jangan meresahkan. Mana gitu mau mencoba validasi kalo lo ga salah pula.
Istighfar gue nontonnya, ngelawan mulu dikasi tau๐ญ๐ญ
โ1 juta doangโ dek dek rumah lu aja masih di bantaran sungai njirr, mending tu duit 1JT DOANG buat nyicil bayar kontrakan dah daripada maksain buat wisuda๐ฟ
Giving thanks to @MCRofficial for all the music. This year I couldn't stop listening to I'm Not Okay (I Promise). #SpotifyWrapped
https://t.co/pSHg0NxKpY
@raikou__sekka@grreentea_@tanyarlfes Ga semua orang kayak u yg hampir 24 jam megang hp atau nontonin tv. Bahkan saking sibuknya ada yg megang hp cuma buat komunikasi buat kerja, sosmed sesekali ga buka dalam seharian.
@kegblgnunfaedh Lo liat nih yg nyia-nyiain SNBP, masih banyak yg harus bersusah payah buat dapetin univ yg dia mau! Ga kebayang apa sama adek kelasnya yg kena blacklist??
The Huaorani tribe, also known as Waorani or Waos, is an indigenous group residing in Eastern Ecuador within the Amazon rainforest. This isolated tribe, consisting of approximately 4,000 members, has a unique cultural and linguistic heritage. Their language is distinct and unrelated to any other known tongue, including Quechua, which is commonly spoken in Ecuador.
Due to their longstanding practice of tree climbing, a crucial skill for their way of life, the Huaorani people have experienced physical adaptations in their feet. The tribe primarily relies on hunting monkeys and other small game using spears and blow guns as a major food source. The combination of a limited gene pool, constant exposure to the challenging environment, and the necessity of climbing trees has resulted in the flattening of their feet. Some individuals within the tribe even exhibit the presence of six toes on each foot and six functional fingers on each hand. Interestingly, the structure of their feet undergoes changes over time, starting with straight toes at birth.
It is worth noting that the Huaorani tribe is not the sole example of human adaptation to specific environments. Certain tribes in Malaysia, for instance, have developed the ability to stay submerged underwater for extended periods to fish for pearls. Their lungs have evolved to process oxygen more efficiently in order to support this activity.
Moreover, the emergence of white skin in early humans who migrated to northern Europe can be attributed to the reduced sunlight in that region. White skin has a greater capacity to absorb vitamin D compared to dark skin, thus facilitating its production despite the limited sunlight.
In general, human feet may gradually become flatter over time when exposed to comparable environments, as the toes tend to spread out to provide enhanced grip and balance.
Inilah cuplikan adegan 'Carl's Date' yg akan ditayangin sebagai film pembuka 'Elemental' nanti.
Film pendek ini nyeritain Dug yg membantu Opa Carl nyiapin diri agar tak lagi kesepian & kembali merasakan cinta setelah sang istri meninggal.
Sepertinya bakal mengandung bawang ๐ฅน
Jadi mau pisah atau gak pisah kalo orangtua udah ga sudi buat serumah, menurutku ya sama2 ga enak. Yg penting dari kedua kasus, pisah ga pisah komitmen kepada anak ga boleh putus. Contoh; gading dan giselle terhadap gempi.
btw bang ndrew ini anak broken bukan? gw mewakili anak broken. Gini ya bang, ga semua anak nyaman hidup diantara 2 orang yg ga akur dan saling pukul2an dihadapannya.
Para suami istri ini kalau mau cerai cba pikirin anak2nya. Cma krna ego digedein, anak2 yg masih kecil jadi bingung bapak ibunya pisah dan gk tau mau ikut siapa. Dikira enak kali ya lihat bgtuan
Kalo fisik? gw udah berkali2 jadi tameng buat lindungin nyokap, sekali ada gw pernah dilempar lemari buat jadi tamengnya nyokap karena bokap gw ngamuk sama nyokap gw.