rumus cewek:
setiap kalimat yang diakhiri dengan kata ‘sayang’ itu bisa bikin dia happy dan ngerasa disayang banget. misalnya: “hati-hati ya sayang, sabar ya sayang, ga boleh ya sayang.”
To be honest, gue tumbuh dari keluarga yang sama sekali ga pernah ngebicarain tentang perasaan masing-masing, kita sama sekali ga pernah yang namanya talk about deep conversation, they never ask me about my mental health, dan gue juga ga pernah terbuka tentang kondisi mental gue.
Ada anak perempuan yang tumbuh besar tanpa menceritakan apapun pada keluarganya, tidak pernah ditanya apakah keadaan hatinya baik-baik saja atau tidak. Padahal ingin sekali ia bercerita tentang banyak hal; perihal harinya yang sulit, moodnya yang rumit dan keadaan hatinya yang sakit. Ia menyimpan luka sendirian, setiap malam insomnia, sekeliling kamar di malam hari hanya dipenuhi isak tangis air mata. Lalu saat pagi, ia memalsukan senyum dan tawa.
orang gila mana yang selalu berharap diapresiasi dari orang' terdekatnya, orang gila mana yang selalu excited sendiri dalam hal apapun, orang gila mana yang haus perhatian dan orang gila mana yang suka bilang cape sama diri sendiri tapi ga pernah berubah
lagi di fase pasrah aja, ga expect apa apa, lebih let it flow, menyadari bahwa bahagia ga ada yang bertahan lama karena kodrat hidup ga selamanya happy so it's okay you feel sad.
Sakitnya tuh berasa banget saat keinget moment ngemisnya, kirim long text biar gak ditinggalin, sampe nangis sesenggukan, mohon-mohon kaya orgil yang ga ada harga dirinya, tapi diabaikan. Percaya deh sakitnya jauh lebih sakit ketika semua moment itu teringat lagi. Muak banget !
pernah baca statement seperti ini:
"ketika jatuh cinta sama seseorang, kamu bakal mati rasa sama yang lain. tapi kalau masih suka sama yang lain, berarti belum cinta."
setuju?