Tadi pagi baca threads orang2 yg selamet dr kereta itu. Feelingnya keliatan ‘sepele’, tp ternyata itu yg bikin dia selamat dari kecelakaan.
Ada yg tiba2 pengen turun di stasiun sebelumnya karena pengen risol (atau gorengan yg lain gt lupa), terus ada juga yang turun di stasiun sebelumnya karena kebelet pup.
Terus aku jadi mikir, beneran ya namanya ajal itu kaya ‘deket’ banget sama kita. Tapi kalo belum waktunya, Allah punya seribu cara biar selamat.
Makanya, apa sih yang mau disombongin dari hidup ini? Lha wong bisa aja tiba-tiba kita meninggal.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Nikmati ‘waktu’ di dunia dg kesayangan kalian. Entah teman, sahabat, suami/istri, anak, ortu dll.
Karena kita ngga tau, kapan Allah manggil kita🥺
@gilanguling Kota depok mah juga nambah ini hahahaha, di swalayan besar lo pake cc bisa kena charge 1-2 %
Bayar di Indomaret g kedetect wkwkwk, apa beda ya Indomaret Jakarta sama kabupaten di Jatim? 🤣
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
@bardanslm Kalo sama ortu sendiri aman, nah masalahnya waktu di sekolah atau di daycare dan ternyata temannya ada yg salah pas g mau minta maaf karena mungkin belum terbiasa. Sampai dijemput pulang ngambeknya awet banget karena temannya g mau minta maaf 😂