Kasih masukan berisiko masuk penjara. Lempar pertanyaan dibalas lempar molotov. Melaporkan yang tidak baik malah dilaporkan karena mencemarkan nama baik. Kritik keras berujung disiram air keras
.
Kepada siapa rakyat harus berlindung ketika negara tidak mampu melindungi?
Pidato Presiden @prabowo barusan beneran menunjukkan bahwa dia dan pemerintah tidak paham (dan mungkin tidak mau paham) alasan paling fundamental yang memicu segala kerusuhan ini. Semua responsnya serba di level permukaan, pakai bawa-bawa makar dan terorisme pula.
Polisi Tangkap Provokator Demo di Pejompongan Jakarta, Ternyata Intel TNI
Provokator demo di Jakarta pada Jumat 29 Agustus 2025 ditangkap personel polisi yang sedang mengawal aksi.
Provokator berbaju hijau dan celana panjang abu-abu tersebut ternyata anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Berdasarkan kartu anggota yang dibawa, provokator demo tersebut bernama Sudi Suwarno.
Sudi Suwarno berpangkat Mayor Infanteri dengan nomor NRP 21960328960875.
Provokator tersebut menjabat sebagai Komandan Tim 2 Den IV Satuan Intel Bais TNI.
Dalam kartu anggota tersebut juga dijelaskan Sudi diizinkan membawa pistol sebagai persenjataan saat bertugas.
Senjata yang digunakan berjenis Sig Sauer P224 Sas produksi Jerman kaliber 9 mm.
Kartu anggota yang dibawa provokator tersebut masih berlaku hingga 31 Desember 2025.
Berdasarkan informasi yang didapat https://t.co/K7igDpu1ha, Sudi Suwarno ditangkap polisi di Pejompongan, Jakarta, Jumat (29/8/2025) malam.
Kira-kira, apa tujuan provokator tersebut? Dan permainan apa dibalik keterlibatan TNI saat demo beberapa terakhir?
Kayanya kita semua sudah makin pintar dalam menilai penjarahan ke rumah beberapa pejabat ini ada yang "off" dan mencurigakan. There's something at play here and I don't like it one bit.
Mayoritas yang njarah pake penutup muka. Ada yang nggak, tapi ketika ditanya berusaha nutupi muka.
Beda jauh sama yang di Priok. Masyarakat harus curiga sama yang model begini.